Praya (Suara NTB) – Sudah sekitar dua tahun Sirkuit Lantan Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara tak mengelar event apapun. Kondisi sirkuit motocross itu kini terbengkalai dan terurus. Masyarakat pun berharap bisa masuk mengelola lahan sirkuit tersebut supaya bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ya, dari pada lahannya tidak dimanfaatkan untuk menggelar event masyarakat berharap bisa mengelola lahan Sirkuit Lantan. Karena ini sudah lebih dari dua tahun tidak ada event atau aktifitas di sirkuit Lantan,” ungkap Kepala Desa Lantan Erwandi, S.Pd., kepada Suara NTB, di sela-sela kegiatan penghijauan di kawasan hutan lindung Desa Aik Berik, Minggu (14/12/2025).
Jika diizinkan sebut Erwandi, lahan sirkuit Lantan rencananya akan ditanami pohon kakao oleh masyarakat. Mengingat, prospek tanaman kakao sangat potensial untuk dikembangkan saat ini dan potensi pasarnya yang luas. Atau kalau tidak ditanami tanaman semusim seperti jagung. Jadi manfaat ekonominya bisa cepat dinikmati.
Keinginan masyarakat Desa Lantan tersebut, lanjutnya, sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), baik itu secara lisan melalui pejabat terkait maupun secara tertulis melalui surat resmi. Hanya saja sampai sekarang belum ada respons.
Pihaknya sangat berharap Pemkab Loteng bisa segera mengambil sikap, apakah tetap mempertahankan status lahanya untuk sirkuit motocross atau untuk kepentingan lain. Pihaknya khawatir kalau tidak diurus nanti masyarakat yang justru masuk mengelola lahan sirkuit secara diam-diam. Pasalnya, indikasi ke arah itu sudah ada. Di mana sudah ada beberapa orang yang mulai mencoba untuk mengkapling lahan sirkuit.
Pantauan Suara NTB menunujukkan area Sirkuit Lantan kini ditutupi dan dipenuhi semak belukar serta tampak tak terurus. Di beberapa titik terlihat aktivitas masyarakat yang tengah menambang batu apung. Pada bagian lain juga tampak tumbuh tanaman milik warga, seperti talas hingga pohon pisang.
Sejak Sirkuit Lantan tidak menggelar event lagi, sejumlah warga sudah ada yang masuk dan beraktivitas di area sirkuit. Apakah itu untuk mengambil batu apung atau kegiatan yang lain. (kir)



