spot_img
Selasa, Januari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPerayaan Tahun Baru, Wawali Mataram Ingatkan Masyarakat Jangan Ada Konvoi

Perayaan Tahun Baru, Wawali Mataram Ingatkan Masyarakat Jangan Ada Konvoi

Mataram (Suara NTB) – Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan pada malam pergantian tahun baru. Perayaan tahun baru diharapkan diisi dengan kegiatan positif dan mendatangkan manfaat. “Silahkan merayakan tetapi jangan ada konvoi di jalanan,” katanya mengingatkan ditemui pekan kemarin.

Perayaan tahun baru di Mataram dipastikan tidak digelar. Pemkot Mataram menunjukan solidaritas terhadap bencana yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satunya di Sumatera dan Aceh. Masyarakat dipersilahkan merayakan, tetapi dengan cara sederhana seperti berkumpul dengan keluarga yang sifatnya mendekatkan hubungan kekeluargaan masing-masing. “Sebaiknya berkumpul dengan keluarga saja,” ujarnya.

Kondisi cuaca yang sulit diprediksi perlu diantisipasi. Wawali meminta camat dan lurah untuk mengawasi wilayah masing-masing. Selain itu, mensosialisasikan kepada masyarakat supaya mengantisipasi potensi bencana yang akan terjadi.

Untuk pengawasan di pintu masuk dari dan ke Kota Mataram. Skenario ini akan dibahas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), untuk membahas pengamanan Perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, H. Irwan Rahadi sebelumnya menambahkan, pengamanan akan disiapkan personil untuk mengawasi terutama perayaan natal di gereja di Kota Mataram. Sejumlah gereja akan diawasi secara ketat oleh aparat gabungan terdiri dari TNI,Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Gereja tersebar di Kota Mataram seperti gereja di Jalan Majapahit Kelurahan Taman Sari Kecamatan Ampenan. GPIB di Kelurahan Mataram Timur. Gereja Santa Maria Immaculata di Kelurahan Pejanggik dan lain sebagainya.

Irwan menegaskan, pengamanan difokuskan di gereja-gereja besar. Selain itu, pengamanan juga dilakukan terhadap umat Kristiani yang menjalankan ibadah di hotel maupun lokasi lainnya. “Pengamanan di hotel maupun tempat ibadah lainnya dilakukan patroli rutin, tetapi tetap ada personil yang berjaga,” pungkasnya.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram mengharapkan, masyarakat menjaga kondusifitas selama perayaan natal dan tahun baru. Artinya, toleransi antar beragama harus dijaga, tidak boleh ada kegaduhan yang mengganggu kehidmatan umat Nasrani melaksanakan ibadah dan lain sebagainya. “Kita berharap saling menjaga toleransi saja,” ujarnya.

Sementara itu, masyarakat yang akan merayakan tahun baru disarankan tidak secara berlebihan, agar kondusifitas tetap terjaga. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO