Selong (Suara NTB) – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi momentum untuk menguatkan komitmen pelayanan kesehatan yang manusiawi. Dalam resepsi yang digelar Dinas Kesehatan setempat pada Sabtu (13/12/2025), Bupati Lotim H. Haerul Warisin, menyampaikan arahan penting terkait perlindungan tenaga kesehatan honorer dan etika pelayanan.
Acara yang berlangsung di Aula Dinkes Lotim tersebut dihadiri pimpinan RSUD, seluruh Kepala Puskesmas, serta perwakilan tenaga kesehatan (nakes) se-kabupaten.
Salah satu poin krusial yang disampaikan Bupati Warisin adalah nasib tenaga kesehatan honorer. Ia secara tegas menginstruksikan kepada kepala unit layanan kesehatan berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk tidak merumahkan tenaga honorer yang masih bertugas.
“Kita tidak tahu kebijakan presiden ke depan. Mungkin akan membuat aturan untuk merekrut semua honorer ini menjadi ASN. Karena itu, saya tidak rumahkan honorer saat ini,” tegas Bupati, memberikan kepastian dan harapan bagi para tenaga kesehatan non-PNS.
Lebih dari sekadar kebijakan teknis, Bupati Warisin mengingatkan seluruh nakes untuk selalu mengutamakan nilai kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa profesi di bidang kesehatan memiliki misi luhur.
“Menyenangkan hati orang lain itu pahala. Saya ingatkan kepada kita semua, bertugas sebagai pelayan masyarakat. Tidak ada satupun yang tidak melayani rakyat. Misi surga itu orang berprofesi pertama, bidan, dokter,” ujarnya.
Warisin juga menekankan pentingnya fleksibilitas dalam menangani pasien gawat darurat, seperti penyakit jantung. Ia meminta agar penanganan dilakukan secara cepat tanpa terbelenggu prosedur birokrasi yang berbelit.
“Kalau pasien penyakit jantung, jangan pakai aturan rujuk, langsung ke RSUD. Di mana ada dokternya, di situ ditangani. Kenapa langgar aturan? Karena nyawa pasien terancam. Yang penting jangan kita rugikan negara dan rakyat,” jelasnya.
Merespons arahan Bupati, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrori, menegaskan komitmen jajarannya untuk menjalankan amanat tersebut.
“Dinas Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan berkomitmen menjalankan perintah Bupati untuk memberikan pelayanan terbaik. Kami juga terbuka menerima masukan dari elemen masyarakat,” kata Aries.
Sebagai puncak acara, Dinas Kesehatan Lotim memberikan penghargaan kepada 15-20 tenaga kesehatan yang dinilai berprestasi dan dapat menjadi teladan. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi peningkatan kinerja serta semangat pelayanan yang lebih ramah kepada masyarakat Lombok Timur.
Resepsi HKN ke-61 ini menegaskan bahwa selain pembangunan infrastruktur, aspek humanis dan perlindungan terhadap para pelaku kesehatan menjadi fondasi utama dalam memperkuat sistem kesehatan di Lombok Timur. (rus)


