spot_img
Selasa, Februari 24, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEAjang Introspeksi yang Mendalam

Ajang Introspeksi yang Mendalam

 

KETUA DPRD Provinsi NTB, Hj Baiq Isvie Rupaeda menyampaikan pidato politiknya dalam rapat paripurna istimewa DPRD NTB untuk peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTB pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dalam pidatonya, Isvie mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum usia NTB yang sudah mencapai 67 tahun ini sebagai ajang introspeksi yang mendalam. Baik atas capaian keberhasilan maupun tantangan yang dihadapi NTB ke depannya.

Di awal pidatonya, Isvie menyampaikan apresiasi tinggi atas berbagai torehan prestasi yang telah dicetak Pemerintah Provinsi NTB sepanjang tahun 2025 ini di bawah kepemimpinan Gubernur, Dr.H.Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur, Hj.Indah Dhamayanti Putri (Iqbal-Dinda).

Isvie menyebutkan, cukup banyak penghargaan yang telah didapatkan Pemprov NTB, baik tingkat nasional maupun internasional. “Penghargaan ini tentu menjadi salah satu bukti capaian keberhasilan pembangunan di daerah kita,” ucap Isvie.

Capai keberhasilan pembangunan daerah tersebut tentu saja harapannya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB. Hal itu terlihat dari menurunnya angka kemiskinan NTB pada tahun 2025 ini.

Data per bulan Maret 2025, jumlah penduduk miskin di NTB turun menjadi 654.570 orang atau 11,78 persen menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan besar terjadi pada kemiskinan pedesaan. “DPRD mendukung penuh kebijakan dan program Gubernur dalam penurunan kemiskinan, dan menghapus kemiskinan ekstrem,” tegas Isvie.

Namun demikian, Isvie juga mengingatkan bahwa dengan berbagai torehan keberhasilan dan prestasi tersebut tidak lantas membuat pemerintah daerah cepat berbangga. Sebab masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. NTB masih memiliki tantangan ekologis yang harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

‘’Berbagai keberhasilan di atas tidak membuat kita jumawa dan terlena. Karena masih banyak persoalan yang harus perlu diselesaikan. Pada musim penghujan ini kita harus tetap waspada karena hampir semua daerah kabupaten kota mengalami bencana alam banjir, tanah longsor dan angin puting beliung,’’ ungkapnya.

Dengan kejadian bencana di berbagai daerah di Indonesia, Isvie menekankan agar hal itu menjadi pembelajaran bagi NTB. Agar pembangunan harus dengan memperhatikan lingkungan. Tidak boleh lagi pembangunan yang merusak lingkungan.

‘’Ini menjadi penekanan kami agar perlindungan lingkungan, hutan harus jadi prioritas utama. Tidak boleh lagi ada penebangan hutan secara sporadis, mari kita lestarikan hutan kita. Pembangunan tidak boleh merusak lingkungan,’’ tegasnya.

Pada kesempatan itu juga Isvie menyinggung terkait dengan kondusifitas keamanan daerah sepanjang tahun 2025 perlu menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depannya. Salah satunya yakni insiden pembakaran Gedung DPRD Provinsi NTB pada bulan Agustus 2025 lalu.

‘’Beberapa kejadian tahun 2025 ini jadi atensi kita bersama, masalah hukum, kriminal, menjadi pelajaran kita agar dapat saling menghargai, penyampaian aspirasi di muka umum harus sopan dan santun agar tidak mencederai demokrasi seperti pembakaran Gedung DPRD,” kata Isvie.

‘’Penyampaian aspirasi harus dengan cara-cara yang baik, kita hilangkan cara-cara anarkisme yang justru merugikan daerah dan masyarakat NTB sendiri. Ke depan tidak ada lagi penyampaian aspirasi dengan cara-cara di luar prosedur,’’ sambungnya.

Isvie menyerukan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtimbas) untuk kelancaran pembangunan daerah. Sebab tanpa stabilitas daerah, mustahil pembangunan akan berjalan dengan lancar dan baik.

“Kamtimbas perlu dijaga dengan baik untuk kelancaran pembangunan daerah, investasi maju. Mari kita jaga kondusivitas daerah untuk tercapainya NTB makmur mendunia. Inilah momentum kita bersama membangun sinergitas, bersama bergerak cepat menuju NTB hebat,” pungkasnya. (ndi)



IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO