Bima (suarantb.com) – Kondisi Pantai Kelaki, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, kembali menjadi sorotan pengunjung. Pantai yang belakangan ini menjelma sebagai ikon ruang publik dan ramai dikunjungi warga tersebut terlihat tercemar sampah kiriman pascahujan yang terjadi beberapa hari terakhir.
Dari pantauan Suara NTB di lokasi, tumpukan sampah terlihat memanjang di sepanjang bibir pantai yang berada tepat di pinggir jalan provinsi. Sampah yang menumpuk didominasi oleh ranting kayu kiriman dari aliran sungai serta berbagai jenis sampah plastik.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus merusak pandangan Pantai Kelaki yang selama ini menjadi tempat favorit warga untuk bersantai, berolahraga, maupun menikmati suasana sore hari.
“Sayang sekali, kan sekarang di sini ramai yang berkunjung, tapi sampahnya dibiarkan menumpuk. Apalagi ini di pinggir jalan utama, orang lewat pasti langsung melihat,” ujar Syifs, salah seorang pengunjung Pantai Kelaki, Selasa (17/12/2025).
Pengunjung lainnya, Sulas, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menyayangkan belum adanya pembersihan rutin, padahal intensitas kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut terus meningkat.
“Padahal tiap sore banyak yang berkunjung di sepanjang Pantai Kelaki ini. Jadi mungkin, pemerintah bisa lebih diperhatikan lagi,” sebutnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bima, A. Salam Gani, menjelaskan bahwa secara kewenangan, penanganan sampah merupakan tugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Meski demikian, pihaknya mengaku kerap ikut terlibat dalam kegiatan pembersihan di kawasan Pantai Kelaki.
“Kalau sampah tetap urusan DLH. Namun kami dari pariwisata juga sangat sering ikut membersihkan, terutama saat ada kegiatan atau momentum tertentu,” ujarnya singkat dikonfirmasi Suara NTB melalui pesan WhatsApp pada Rabu (17/12/2025).
Sementara itu, salah seorang pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar Pantai Kelaki, Sri, menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan di kawasan tersebut belum berjalan secara rutin. Menurutnya, pembersihan biasanya hanya dilakukan pada momen tertentu.
“Biasanya kalau ada kegiatan atau relawan turun baru dibersihkan. Kalau rutin masih belum ada. Jadi sampahnya dibiarkan begitu saja,” ungkap Sri, Rabu (17/12/2025).
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap kebersihan Pantai Kelaki, mengingat kawasan tersebut memiliki potensi besar sebagai ruang publik sekaligus destinasi wisata lokal yang diminati masyarakat.
Pantai Kelaki sendiri berada di jalur strategis, tepat di pinggir jalan provinsi, sehingga menjadi salah satu wajah Kabupaten Bima bagi pengguna jalan maupun tamu dari luar daerah. Kondisi kebersihan kawasan ini dinilai mencerminkan tata kelola lingkungan dan pengelolaan pariwisata daerah.
Pengunjung dan pedagang berharap adanya koordinasi yang lebih intens antara instansi terkait, khususnya DLH dan Dinas Pariwisata, agar pembersihan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Dengan demikian, Pantai Kelaki diharapkan tetap nyaman, bersih, dan layak menjadi ruang publik kebanggaan masyarakat Kabupaten Bima. (hir)



