Mataram (suarantb.com) – Kebutuhan kepala sekolah (kepsek) di Kota Mataram cukup signifikan. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram mencatat, ada 31 jabatan kepsek yang lowong.
Disdik sudah mengusulkan pengisian jabatan kepsek yang lowong tersebut melalui skema seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
Untuk seleksi BCKS yang menggunakan anggaran APBN, Disdik telah mengantongi tiga orang BCKS. Sementara seleksi BCKS dengan anggaran APBD, masih dalam proses pelaksanaan. Ada 48 kepsek yang terjaring melalui seleksi BCKS skema APBD ini, sehingga total BCKS ada 51 orang.
Untuk 48 kepsek hasil seleksi dengan skema APBD sudah melalui tahapan Diklat di BGTK NTB selama 11 hari dari Senin (1/12/2025) sampai Kamis (11/12/2025).
“Kita sudah (masuk) tahap akhir kemarin. BCKS kita dua hari kemarin sudah tes wawancara,” ujar Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Naufal Aldian, Selasa (16/12/2025).
Tes wawancara ini penting untuk memastikan kesiapan BCKS dalam menjalani tugas dan fungsinya sebagai pimpinan di satuan pendidikan.
Naufal menjelaskan, pihaknya memerlukan tes wawancara untuk menetapkan sekolah mana yang cocok dengan kemampuan dan karakter masing-masing BCKS.
“Makanya hasil ini kita akan bawa ke Jakarta tanggal 18 (Desember) untuk mempresentasikan hasil dari wawancara,” jelasnya.
Tak sampai itu, Disdik masih akan menjaring kembali puluhan BCKS itu untuk memastikan kesiapan dan kecakapan dalam memimpin sekolah.
Sebab, kemampuan kepala sekolah bukan saja perkara kecakapan intelektual, tapi juga keahlian manajerial. “Apalagi pimpinan ini yang dibutuhkan adalah ketegasan dan kebijakan,” tuturnya.
Setelah tahapan wawancara, proses selanjutnya adalah penyerahan nama-nama BCKS ke tim Baperjakat. Kemudian, nama-nama tersebut tinggal menunggu waktu pelantikan.
Disdik memastikan, akhir tahun ini seluruh BCKS yang sudah lolos tahapan pelaksanaan seleksi sudah dilantik. ‘’Kemarin saya dapat bocoran, paling tidak batasnya tanggal 31 Desember harus dilantik semua,” tandas Naufal. (sib)


