Mataram (suarantb.com) – Rasa empati dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh keluarga besar SMPN 7 Mataram. Sekitar 1.430 siswa, bersama guru, tenaga kependidikan, dan seluruh warga sekolah, bersatu dalam aksi kemanusiaan bertajuk “SPENJU for Sumatra”. Kegiatan ini bertujuan membantu saudara-saudara yang terdampak bencana alam di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.
Gerakan ini lahir sebagai respons cepat atas berbagai peristiwa bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur, kehilangan tempat tinggal, serta terganggunya aktivitas dan kehidupan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, SMPN 7 Mataram merasa terpanggil untuk ambil bagian dalam upaya meringankan beban para korban.
Melalui semangat gotong royong dan solidaritas, seluruh elemen sekolah berpartisipasi aktif dalam penggalangan donasi. Tidak hanya berupa dana, bantuan juga dikumpulkan dalam bentuk baju layak pakai yang masih bersih dan pantas digunakan. Aksi ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kepedulian dan kemanusiaan terus ditanamkan dan dihidupkan di lingkungan pendidikan.
Kepala SMPN 7 Mataram, Azizah Solehah menyampaikan bahwa kegiatan SPENJU for Sumatra bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan empati terhadap sesama.
“Kami ingin menanamkan kepada siswa bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Meskipun saudara-saudara kita berada jauh di Sumatra, mereka tetap bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Ketika mereka tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir dan membantu semampu kita,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat sejak awal pengumuman kegiatan. Setiap kelas bergerak secara mandiri untuk mengoordinasikan pengumpulan donasi. Para siswa dengan penuh kesadaran menyisihkan sebagian rezeki mereka, ada yang dari uang saku harian, ada pula yang mengajak keluarga di rumah untuk ikut berpartisipasi. Guru dan tenaga kependidikan pun turut memberikan dukungan, baik secara materi maupun moril.
Hasil dari gerakan kemanusiaan ini sangat menggembirakan. Dalam waktu relatif singkat, donasi tunai sebesar Rp20.000.000 berhasil dikumpulkan, disertai sejumlah besar pakaian layak pakai. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa kebersamaan dan kepedulian, jika dilakukan secara kolektif, mampu memberikan dampak yang nyata.
Seluruh bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan melalui PGRI Kota Mataram. Penyaluran melalui organisasi profesi guru ini dipilih sebagai bentuk sinergi dan kepercayaan, sekaligus memastikan bahwa bantuan dapat diteruskan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah terdampak bencana.
Ketua PGRI Kota Mataram, Imam Purwanto, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar SMPN 7 Mataram atas kepercayaan dan partisipasi yang diberikan. PGRI berkomitmen untuk menyalurkan seluruh donasi secara transparan dan bertanggung jawab, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Kami mengapresiasi kepedulian luar biasa dari SMPN 7 Mataram. Ini menjadi contoh nyata bagaimana dunia pendidikan dapat berperan aktif dalam aksi kemanusiaan. Bantuan ini akan kami salurkan kepada masyarakat terdampak dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Kegiatan SPENJU for Sumatra juga menjadi momentum pembelajaran kontekstual bagi siswa. Melalui aksi nyata ini, siswa belajar tentang arti berbagi, solidaritas sosial, dan pentingnya saling membantu dalam situasi sulit. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan penguatan karakter dalam Kurikulum Merdeka, khususnya pada dimensi gotong royong, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan. Bencana alam yang terjadi di berbagai daerah mengingatkan semua pihak bahwa Indonesia adalah satu kesatuan. Perbedaan wilayah, budaya, dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membantu dan menguatkan.
Para siswa mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam aksi sosial ini. Bagi mereka, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas. Mereka belajar bahwa kontribusi sekecil apa pun, jika dilakukan bersama-sama, dapat memberikan manfaat besar bagi orang lain.
“Kami senang bisa ikut membantu. Meskipun tidak besar, tapi semoga bantuan dari kami bisa meringankan beban saudara-saudara di Sumatra,” ujar Dara Fadila salah satu siswa SMPN 7 Mataram.
Guru-guru pendamping juga menilai kegiatan ini sebagai sarana efektif untuk menumbuhkan kepekaan sosial siswa. Dengan terlibat langsung, siswa tidak hanya mendengar cerita tentang bencana, tetapi juga merasakan bagaimana menjadi bagian dari solusi.
Keluarga besar SMPN 7 Mataram berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban bencana, baik dalam memenuhi kebutuhan dasar maupun sebagai bentuk dukungan moral. Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi penguat semangat bagi masyarakat terdampak untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang diuji. Kami berdoa agar mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan kemudahan dalam menghadapi cobaan ini,” terang Alifi Siswiyana Rahayu, guru SMPN 7 Mataram.
Ke depan, SMPN 7 Mataram berkomitmen untuk terus menumbuhkan budaya peduli dan berbagi di lingkungan sekolah. Aksi kemanusiaan seperti SPENJU for Sumatra diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Melalui gerakan ini, SMPN 7 Mataram menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan semangat kebersamaan, empati, dan gotong royong, keluarga besar SMPN 7 Mataram siap terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa. (sib)



