Mataram (suarantb.com) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Mataram terus menunjukkan peran strategisnya dalam menggerakkan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Capaian omzet penjualan ratusan juta rupiah per tahun melalui Gallery Dekranasda menjadi bukti konkret bahwa produk perajin Kota Mataram semakin memiliki daya saing.
Ketua Dekranasda Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, menyampaikan bahwa Dekranasda berfungsi sebagai wadah pembinaan, promosi, sekaligus penguatan kualitas produk perajin. Saat ini, gallery dekranasda Kota Mataram melibatkan 46 pelaku usaha yang terdiri dari 16 usaha kecil mikro yang bergerak di bidang produk kriya dan 30 pelaku UKM yang bergelut di bidang produk makanan.

“Pada tahun 2024, omzet penjualan tercatat sebesar Rp215.843.000 dengan laba Rp31.451.721. Sementara pada tahun 2025, hingga pertengahan Desember, omzet mencapai Rp151.404.000 dengan laba Rp17.014.450,” ungkap Hj. Kinnastri saat grand opening gallery dekranasda Kota Mataram pada, Kamis (18/12/2025).

Peresmian gallery ditandai dengan pemotongan pita sekaligus perluasan area ruang pameran guna menampung lebih banyak pelaku UKM.
Hj. Kinnastri menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Mataram atas dukungan yang diberikan, sehingga dekranasda memiliki galeri yang lebih representatif, meskipun masih akan terus disempurnakan secara bertahap.

Gallery dekranasda diharapkan tidak hanya menjadi etalase produk, tetapi juga ruang pembelajaran dan pengembangan UMKM. Pihaknya menargetkan pembentukan enam kampung batik di enam kecamatan pada tahun 2026, dengan mengembangkan motif khas Kota Mataram melalui perpaduan pakem Sasak dan elemen Gerbang Sangkareang. (cem/r/*)


