Dompu (suarantb.com) – Realisasi APBD Kabupaten Dompu hingga 15 Desember 2025 lalu baru mencapai Rp990.230.984.105,80 atau 72,61 persen dari total belanja daerah sebesar Rp1.363.839.599.314. Kondisi ini akibat masih adanya pekerjaan yang menumpuk di akhir tahun dan berdampak pada keterlambatan pencairan anggaran.
Hal itu disampaikan Kepala BPKAD Kabupaten Dompu, Muhammad Syahroni, SP, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (17/12/2025) kemarin. Dikatakan Syahroni, keterlambatan pencairan ini disebabkan oleh beberapa Perangkat Daerah yang menyelesaikan pekerjaan di akhir tahun dan berdampak pada keterlambatan pencairan anggaran.
“Meman gada kebiasaan yang relatif tidak baik. Beberapa OPD menyelesaikan pekerjaan di akhir tahun, sehingga berdampak pada keterlambatan pencairan anggaran,” kata Syahroni.
Realisasi yang relatif kecil ini juga disebabkan oleh keterlambatan pengimputan SPJ di SIPD oleh OPD atas uang yang sudah dikeluarkan dari Kas Daerah. Sehingga belum terbaca realisasinya oleh SIPD.
“Pendapatan maupun belanja di luar mekanisme Kasda seperti BLUD, Kesmas, Dana Bos di sekolah yang belum diimput di aplikasi SIPD juga bisa menjadi penyebab persentase kecil di pendapatan dan belanja,” tambahnya.
Sementara untuk pendapatan daerah hingga 15 Desember, Syahroni mengatakan telah mencapai Rp1.238674.708.361,65 atau 96,23 persen dari total pendapatan yang ditargetkan sebesar Rp1.287.262.219.650. Realisasi PAD sendiri baru 89,94 persen dari target sebesar Rp151,823 miliar. (ula)



