spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPengerjaan Proyek Fisik PUPR Dipastikan Sesuai Target

Pengerjaan Proyek Fisik PUPR Dipastikan Sesuai Target

Mataram (suarantb.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, memastikan pekerjaan proyek fisik yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025, selesai sesuai target alias tidak ada yang molor.

Proyek fisik yang dikerjakan Dinas PUPR yakni, pembangunan kantor wali kota di Jalan Gajahmada, Kelurahan Jempong Baru senilai Rp58 miliar. Lanjutan penataan pendestrian di Jalan Langko dan Pejanggik senilai Rp1,2 miliar. Peningkatan jalan Adi Irma Suryani senilai Rp1,4 miliar. Pembangunan jalan Bebidas Rp1 miliar.

Berikutnya, pemeliharaan berkala jalan di Kompleks Perumahan Kodya Asri, Kelurahan Jempong Baru senilai Rp1,1 miliar. Pemeliharaan berkala jalan Arya Banjar Getas (Kompleks Brimob) Rp495 juta. Pemeliharaan berkalan Jalan Swadaya senilai Rp3 miliar. Peningkatan kapasitas struktur jalan perumahan Elit Kota Mataram senilai Rp1,1 miliar

Selanjutnya, pembangunan jembatan Mahkota Bertais senilai Rp2,8 miliar dan pembangunan jembatan di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat senilai Rp2,3 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Lale Widiahning menerangkan, progres pembangunan fisik di tahun 2025 sudah sesuai target. Artinya, pekerjaan tidak ada yang molor atau terlambat sesuai kontrak. “Alhamdulillah, semuanya on the track,” terang Lale.

Khusus pembangunan kantor wali kota kontraknya berakhir pada 31 Desember 2025. Secara keseluruhan pekerjaan telah mencapai 97 persen. Rekanan tinggal menyelesaikan beberapa bagian ornamen bangunan, sehingga dipastikan akan tuntas sebelum kontrak berakhir. “Kalaupun nanti yang perintilan-perintilan yang kecil mungkin lupa dikerjakan. Iya, kita akan maklumi dan diminta rekanan untuk menyelesaikan,” ujarnya.

Lale menjelaskan, pengerjaan proyek fisik bisa lebih cepat tidak terlepas dari proses penyusunan perencanaan yang dilakukan dari tahun sebelumnya. Pihaknya tinggal mereview dan meminta masukan dari inspektorat maupun aparat penegak hukum. Prosesnya cepat sehingga mempermudah proses tender maupun pelaksanaan di lapangan. “Alhamdulillah, perencanaan sudah kita selesaikan sejak awal sehingga tidak dilaksanakan saja, maka kita cepat mengerjakan seperti kantor pembangunan kantor wali kota,” demikian kata Lale. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO