PEMERINTAH Kelurahan Dasan Agung akan melakukan pengawasan ketat dan membatasi kegiatan di titik-titik keramaian menjelang hingga malam pergantian tahun. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengingat Dasan Agung merupakan kawasan padat penduduk.
Lurah Dasan Agung, Iwan Rijaldi, mengatakan bahwa pola pengawasan setiap perayaan malam tahun baru dilakukan secara konsisten dari tahun ke tahun, yakni dengan membatasi kegiatan yang berpotensi mengundang massa dalam jumlah besar.
“Setiap perayaan malam tahun baru, pola pengawasan dan pelayanannya tetap sama. Kami membatasi kegiatan yang sifatnya mengundang banyak massa karena berpotensi menimbulkan keributan,” ujar Iwan, Jumat (19/12/2025).
Ia menegaskan, titik-titik keramaian yang telah dipetakan tidak diberikan izin secara terbuka. Menurutnya, kebijakan tersebut memang sudah lama diterapkan di wilayah Dasan Agung. “Untuk titik keramaian yang sudah kami petakan tidak kami izinkan secara terbuka. Dari dulu memang tidak pernah kami izinkan,” katanya.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan menggelar kegiatan perayaan di masing-masing lingkungan guna memudahkan pengawasan. Namun, kegiatan tersebut harus berada di bawah tanggung jawab kepala lingkungan dan tetap dikontrol.
Selain pembatasan kegiatan, pihak kelurahan juga akan mengintensifkan patroli bersama dengan melibatkan unsur tiga pilar, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, linmas, serta seluruh kepala lingkungan. Patroli akan dilakukan dengan menyisir seluruh wilayah untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami akan melakukan patroli bersama semua stakeholder kelurahan, termasuk lembaga masyarakat seperti pam swakarsa dan lang-lang,” jelas Iwan.
Terkait pengawasan rumah kos dan pondokan, Iwan menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan para pemilik kos atau induk semang. Mereka diimbau untuk turut berperan aktif mengawasi penghuni dan memastikan tidak ada orang tidak dikenal yang keluar masuk.
Menurutnya, keberadaan rumah kos di wilayah Dasan Agung tersebar hampir di setiap lingkungan, namun jumlahnya tidak terlalu banyak dan tidak terpusat di satu wilayah tertentu.
“Kalau berbicara lingkungan dengan kos-kosan terbanyak, saya kira merata. Tidak ada yang terpusat di satu lingkungan saja,” pungkasnya. (pan)



