Selong (suarantb.com) – Dana transfer untuk Kabupaten/Kota terus terpangkas. Khusus Lombok Timur (Lotim) tahun 2026 terpangkas Rp402 miliar. Jumlah yang cukup besar bagi Lotim. Kondisi ini membuat Lotim berusaha terus untuk genjot capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penegasan ini dikemukakan Wakil Bupati Lotim, H. Moh. Edwin Hadiwijaya saat bertemu para kepala desa di wilayah Kecamatan Wanasaba, di Desa Bandok, Kamis (18/12/2025).
Ditegaskan, akibat pemangkasan anggaran ini, ansih Lotim tidak dapat Dana Alokasi Khusus (DAK) seperti dulu untuk pembangunan infrastruktur jalan. Akibatnya Lotim membuat skema pembangunan jalan dengan mekanisme tahun jamak. Dialokasikan dana untuk tiga tahun Rp250 miliar. “Rp50 miliar kita gunakan untuk uang muka tahun 2025 ini,” ungkapnya.
Tahun 2025 ditarget PAD 556 miliar lebih. Realisasi sampai pertengahan Desember Rp521.7 miliar atau 93,7 persen. Harapannya, sampai dengan akhir Desember 2025 ini target bisa 100 persen
Disampaikan, saat ini yang cukup bagus tren perkembangan realisasi PAD dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang sudah tembus Rp72 miliar. Laporan terakhir, ada tambahan Rp5 miliar lagi. “Rp 300-400 juta per hari setelah berlalu sistem opsen 2025, kita harapkan PKB dan BBN-KB yakin akan meningkat.
Wabup menerangkan, pada tahun 2026 memang berkurang terus transfer pusat ke daerah. Akan tetapi Pemerintah pusat tetap mengucurkan anggaran ke proyek daerah langsung. Tidak mampir ke APBD, seperti Rp 94 miliar dana revitalisasi. Ada instruksi presiden mengenai perbaikan jalan seperti perbaikan jalan Paokmotong Motong-Kotaraja Rp28 miliar.
“Karena dananya di pusat, sehingga semua kepala daerah di 514 kabupaten kota dan 38 provinsi banyak yang lobi pusat seperti yang dilakukan Pak Bupati,” imbuhnya.
Lainnya cukup besar untuk Lotim pembangunan gerai Koperasi Desa/KelurahN Merah Putih (KDKMP) senilai Rp 1,6 miliar. Bangunan langsung dibangun. Sehingga ekonomi desa ke depan bisa berubah Selain bangunan juga akan ada bantuan permodalan.
Terakhir, ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas. Lotim paling banyak dapurnya SE NTB. “Sekarang 150 dapur MBG sekarang di Lotim, dan ini bisa gerakkan ekonomi masyarakat,” demikian. (rus)



