spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaBIMAPerpustakaan Daerah Bima Kini Miliki Markoding Digital Hub untuk Perempuan dan Anak

Perpustakaan Daerah Bima Kini Miliki Markoding Digital Hub untuk Perempuan dan Anak

Bima (suarantb.com) – Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima kini memiliki fasilitas pembelajaran digital bernama Markoding Digital Hub Powered by HP. Program ini telah resmi diluncurkan pada November 2025 dan saat ini sudah mulai dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran digital, khususnya bagi perempuan dan anak.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Bima, Basyirun, S.Pd., M.Pd., mengatakan Markoding Digital Hub hadir sebagai respons atas kebutuhan masyarakat terhadap literasi dan keterampilan digital di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif.

“Markoding ini sudah berjalan. Peresmiannya dilakukan November lalu, dan sekarang sudah digunakan untuk pembelajaran di Perpustakaan Daerah,” ujarnya saat ditemui, Rabu (17/12/2025).

Markoding Digital Hub merupakan pusat pembelajaran digital pertama di Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima yang secara khusus menyasar perempuan dan anak. Program ini didukung oleh HP Indonesia, yang menyediakan sarana pendukung berupa 20 unit laptop untuk digunakan dalam proses belajar. Selain itu, fasilitas tablet juga disiapkan untuk pemanfaatan jangka panjang.

Melalui Markoding, peserta mendapatkan akses internet gratis, perangkat belajar, serta pelatihan keterampilan digital yang disusun secara terstruktur. Materi pembelajaran meliputi berbagai bidang, seperti web development, digital marketing, desain UI/UX, animasi 2D dan 3D, pengembangan gim, kecerdasan buatan (AI), hingga Internet of Things (IoT).

Basyirun menjelaskan, sasaran utama program ini adalah perempuan, sejalan dengan upaya pemberdayaan ekonomi keluarga melalui peningkatan kapasitas perempuan di bidang digital.

“Pemberdayaan perempuan punya dampak langsung ke keluarga. Ketika perempuan memiliki kemandirian ekonomi, perhatian terhadap pendidikan anak juga meningkat,” katanya.

Menurutnya, penguasaan keterampilan digital menjadi kebutuhan mendesak, terutama bagi perempuan di daerah, agar tidak tertinggal dalam akses pengetahuan dan peluang ekonomi. Karena itu, DPK Kabupaten Bima mendorong agar Markoding tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi perempuan untuk mengembangkan diri maupun usaha.

“Output yang kami harapkan, perempuan di Kabupaten Bima bisa menggunakan teknologi secara tepat, baik untuk pengembangan diri maupun untuk mendukung usaha yang mereka jalankan,” ujarnya.

Untuk pelaksanaan pembelajaran, jadwal dan kurikulum masih terus dikoordinasikan dengan pihak HP agar sesuai dengan kebutuhan peserta dan kondisi lokal. Ke depan, DPK Kabupaten Bima juga berencana memperluas jangkauan program ini.

“Pada 2026, kami upayakan kegiatan ini bisa lebih masif dan menjangkau lebih banyak perempuan,” pungkas Basyirun.

Dengan hadirnya Markoding Digital Hub, Perpustakaan Daerah Kabupaten Bima kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang literasi baca, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO