spot_img
Selasa, Februari 17, 2026
spot_img
BerandaNTBTujuh Paket Pekerjaan Fisik di Sumbawa Melebihi Tanggal Kontrak

Tujuh Paket Pekerjaan Fisik di Sumbawa Melebihi Tanggal Kontrak

Sumbawa Besar (suarantb.com) – Pemkab Sumbawa mencatat sedikitnya ada tujuh pekerjaan fisik yang melebihi tanggal kontrak (molor), lantaran ada item barang pabrikasi yang telat tiba sehingga menganggu pelaksanaan pekerjaan.

“Ada tujuh paket kegiatan yang melebihi tanggal kontrak dan kami tetap akan memberikan atensi khusus. Kami pun tetap akan melakukan evaluasi lebih lanjut,” kata Asisten pembangunan dan perekonomian, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada wartawan, Kamis (18/12/2025).

Suharmaji melanjutkan, keterlambatan itu terjadi lantaran barang yang dipesan dari luar kota. Seperti untuk proyek penataan taman Sabalong Samalewa berupa lampu dan ornamen dan pembangunan gedung Computer Assisted Test (CAT) dan fasilitas penunjang di BKPSDM.

“Jadi, untuk pekerjaan di BKPSDM ada dua yakni gedung dan sarana penunjangnya. Kendala kita di pasokan listriknya sehingga sarana yang sudah kita beli belum bisa kita pakai,” ucapnya.

Ia pun meyakinkan, terhadap pekerjaan fisik yang melebihi tanggal kontrak itu, pemerintah tetap mengenakan denda keterlambatan. Sesuai aturan yang berlaku, denda keterlambatan yang dikenakan ke kontraktor pelaksana yakni 1: 1000 dari kontrak sejak tanggal kontrak berakhir.

“Tetap kita kenakan denda bagi kontraktor pelaksana yang melebihi tanggal kontrak. Kami juga tetap akan memberikan atensi khusus hingga akhir tahun nanti,” ujarnya.

Pemerintah pun memastikan akan tetap melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap seluruh pelaksana pekerjaan fisik. Selain itu, pihaknya akan mengevaluasi pola pelaksana pekerjaan fisik mengingat rata-rata proyek yang melebihi tanggal kontrak dikerjakan di akhir tahun.

“Kita sudah rapatkan kemarin bersama pimpinan daerah, sehingga untuk pelaksanaan pekerjaan fisik di tahun 2026 akan dilakukan pada awal waktu (Januari-Februari). Hal itu kita lakukan untuk menghindari adanya keterlambatan pekerjaan,” tambahnya.

Ia pun turut meminta kepada seluruh OPD pelaksana program untuk bisa memberikan atensi khusus. Pemerintah juga meminta agar rekanan pelaksana proyek tersebut untuk bisa menambah jumlah tenaga kerjanya sehingga bisa tuntas sebelum akhir tahun anggaran.

“Kami minta agar rekanan ini bisa menambah jumlah tenaga kerjanya, karena waktu kita sudah semakin mepet ditambah dengan kondisi cuaca yang tidak menentu,” ucapnya.

Suharmaji turut meyakinkan, sejumlah proyek yang sempat menjadi atensi pemerintah, progressnya juga cukup menggembirakan. Pemerintah pun saat ini juga terus berupaya mempercepat pelaksanaan penataan taman Sabalong Samalewa termasuk juga pemindahan utilitas PLN yang berada di lokasi tersebut.

“Saat ini PLN sudah memasang tiang pengganti, nanti kalau sudah terpasang baru jaringan itu dipindahkan ke lokasi yang baru. Nanti kalau jaringan yang ada saat ini kita bongkar akan terjadi pemadaman yang cukup lama,” tukasnya. (ils)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO