spot_img
Senin, Februari 23, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANGuru Didorong Optimalkan Digitalisasi Pembelajaran di NTB

Guru Didorong Optimalkan Digitalisasi Pembelajaran di NTB

Mataram (suarantb.com) – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Atif Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D., mengunjungi Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat (BPMP NTB), pada Senin (15/12/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Wamen memberikan arahan dan motivasi kepada guru Sekolah Dasar yang mengikuti kegiatan Advokasi Digitalisasi Pembelajaran di Aula Wijaya Kusuma BPMP NTB.

Kegiatan Advokasi Digitalisasi Pembelajaran Jenjang SD tahap 1 ini diikuti oleh 120 perwakilan satuan pendidikan dari Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan merupakan kolaborasi BPMP Provinsi NTB dengan Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan direncanakan berlangsung dalam dua tahap

Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman, S.Pd., M.A., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan advokasi ini bertujuan memperkuat pemahaman guru dalam memanfaatkan perangkat digital, khususnya panel interaktif, agar tidak sekadar menggantikan papan tulis konvensional, tetapi mampu mendorong perubahan metode pembelajaran di kelas.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan di lapangan, pemanfaatan panel interaktif di sejumlah sekolah masih belum optimal. “Oleh karena itu, melalui advokasi ini diharapkan guru memperoleh penguatan teknis dan pedagogis sehingga digitalisasi pembelajaran benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran,” ujar Katman.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa digitalisasi pembelajaran merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan capaian pembelajaran nasional. Menurutnya, teknologi harus diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran yang mendukung peran guru, bukan menggantikan fungsi guru.

Prof. Atif juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 65 persen atau sebanyak 6.529 sekolah di Provinsi NTB telah menerima perangkat panel interaktif. Capaian tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses teknologi pendidikan secara bertahap dan merata di seluruh wilayah.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran di era digital. Guru dituntut untuk beradaptasi, kreatif, dan inovatif dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Menutup arahannya, Prof. Atif menegaskan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru. “Guru tetap menjadi aktor utama dalam membentuk karakter, nilai, dan pemahaman peserta didik, sementara teknologi hadir sebagai sarana pendukung dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan bagi semua,” pungkasnya. (ron)

IKLAN
RELATED ARTICLES
IKLAN




VIDEO