Bima (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima memastikan perbaikan ruas jalan Kalodu–Langgudu tetap menjadi prioritas meski di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Untuk tahap awal, Pemkab Bima telah menyiapkan dana sebesar Rp1 miliar guna memulai pekerjaan fisik yang direncanakan mulai Januari 2026.
Komitmen tersebut disampaikan saat Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, berdialog langsung dengan masyarakat Desa Kalodu, Kecamatan Langgudu. Dalam pertemuan itu, aspirasi warga terkait kondisi infrastruktur desa disampaikan secara langsung kepada pemerintah daerah.
Kepala Desa Kalodu, Ishak Romadi, menyoroti kondisi jalan desa yang selama ini rusak dan menyulitkan mobilitas masyarakat. Menurutnya, akses jalan Kalodu–Langgudu sangat vital karena menunjang aktivitas ekonomi warga, pendidikan, hingga pelayanan publik.
“Kami sangat berharap akses jalan ini segera diperbaiki karena sangat menentukan kelancaran aktivitas dan perekonomian warga,” ujarnya pada Jumat (19/12/2025).
Selain persoalan jalan, warga juga mengeluhkan keterbatasan jaringan telekomunikasi yang masih menjadi kendala, terutama bagi kebutuhan pendidikan dan administrasi pemerintahan desa.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Bima menegaskan bahwa Desa Kalodu memiliki hak yang sama untuk mendapatkan fasilitas dasar yang layak. “Desa Kalodu adalah bagian dari Kabupaten Bima yang berhak mendapatkan fasilitas dasar yang layak, sama seperti desa dan wilayah lainnya,” tegasnya, Jumat (19/12/2025).
Irfan menjelaskan, pemerintah daerah telah memulai tahapan perencanaan dengan melakukan survei lapangan dan perhitungan teknis oleh tim terkait. Dari hasil perhitungan tersebut, kebutuhan anggaran untuk perbaikan ruas jalan Kalodu–Langgudu diperkirakan mencapai sekitar Rp3 miliar. Namun, keterbatasan fiskal daerah membuat pelaksanaan perbaikan dilakukan secara bertahap.
“Kami mulai dengan anggaran Rp1 miliar pada tahap pertama. Setelah itu, pemerintah daerah akan menambah anggaran pada tahap berikutnya agar seluruh ruas jalan dapat ditangani secara tuntas,” jelasnya.
Wabup menilai, kondisi jalan Kalodu–Langgudu tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga berpengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat dan akses terhadap layanan dasar. Karena itu, meski harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah, perbaikan infrastruktur tersebut tetap menjadi prioritas Pemkab Bima.
Selain membahas infrastruktur jalan, pertemuan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan di bidang kesehatan lingkungan. Wakil Bupati Bima secara simbolis menyerahkan 50 unit septic tank ramah lingkungan berkapasitas 1.000 liter kepada masyarakat Desa Kalodu. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi, kesehatan lingkungan, serta mendukung kualitas hidup warga setempat. (hir)


