Giri Menang (suarantb.com) –Dinas Pertanian Lombok Barat melampaui target Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga 122,4 persen atau Rp622,4 juta lebih, dari target Rp510 juta. Capaian yang melampui target ini pertama kali dalam beberapa tahun terakhir ini. Pasalnya, tahun lalu dengan target yang lebih rendah terealisasi 92,78 persen.
“Sekarang di tahun 2025 ini, kita meningkat bisa mencapai sebelum akhir Desember ini (data per tanggal 22 Desember 2025) ssebesar 122,4 persen atau 622,4 juta (lampui target),” kata Kadistan Lobar Hj Damayanti Widyaningrum, kemarin. Perkiraannya, capaian ini bisa meningkat lagi karena ada beberapa potensi belum masuk, seperti dari penjualan bibit Kakao. Sehingga pada akhir Desember ini ditargetkan PAD bisa terealisasi 125 persen. Pihaknya akan berupaya mencapai lebih dari itu.
Diterangkan, PAD ini didongkrak oleh beberapa inovasi yang dilakukan pihaknya. Di antaranya dari penjualan bibit tembakau, di mana pihaknya telah melepas lima varietas tembakau unggulan lokal skala nasional. Selain itu dari pemeliharaan unggas, dan bibit kakao. Ke depan pihaknya menaikkan target PAD sekitar 42 persen atau kira-kira sekitar 726 juta. “Insyaallah kami optimis bisa tercapai,” imbuhnya.
Untuk mencapai target PAD ini, pihaknya akan lebih meningkatkan inovasi yang saat ini dilaksanakan. Jumlah bibit ditambah, baik dari tembakau, kakao, unggas. Pihaknya juga menyiapkan inovasi-inovasi baru lagi, dengan hitung-hitungan yang telah disiapkan sesuai kenaikkan target tersebut. “Target kami tahun depan 726 juta untuk tahun 2026,” sebutnya.
Sumber PAD Distan sendiri dari BBU, Perkebunan, penjualan Bibit, Retribusi Jasa Usaha RPH, lain-lain pendapatan yang sah. Pihaknya juga mengkaji agar pelayanan IB ternak bisa ditarik retribusinya masuk ke daerah, sehingga mendongrak PAD. (her)



