spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaHEADLINETutup Awal Januari 2026, Tiga Jalur Pendakian Rinjani Dipadati Pendaki

Tutup Awal Januari 2026, Tiga Jalur Pendakian Rinjani Dipadati Pendaki


Mataram (Suara NTB) – Tiga jalur pendakian Gunung Rinjani, yaitu jalur Sembalun, Senaru, dan Torean dipadati pendaki pada akhir tahun 2025 nanti. Hingga saat ini, tercatat ada ratusan pendaki yang sudah melakukan booking tiket pendakian.


Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), Yarman mengatakan sejak tanggal 26 hingga dengan 31 Desember 2025, telah ada sekitar 889 pendaki yang akan mendaki Gunung Rinjani. Di antaranya, tanggal 26 sebanyak 268 orang, tanggal 27 ada 172 orang, tanggal 28 sejumlah 174 orang.


Selanjutnya pada Senin, 29 Desember ada 83 orang, tanggal 30 ada 84 orang, dan pada malam pergantian tahun, yaitu 31 Desember ada 108 orang.


Sementara itu, Enam jalur pendakian gunung Rinjani ditutup mulai 1 Januari 2026. Penutupan ini menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: 7 tahun 2025 tentang Tindakan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Banjir dan Tanah longsor.


Ada juga memorandum Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: M.126/KSDAE/PJL/KSA.04/B/12/2025 tentang Peningkatan Kewaspadaan Penyelenggaraan Wisata Alam Lingkup Ditjen KSDAE serta dalam rangka pemulihan ekosistem di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).


Enam jalur itu di antaranya jalur wisata pendakian Senaru di Kabupaten Lombok Utara, jalur wisata pendakian Torean di Kabupaten Lombok Utara, dan jalur wisata pendakian Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.


Selanjutnya ada jalur wisata pendakian Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, jalur wisata pendakian Tetebatu di Kabupaten Lombok Timur, serta jalur wisata pendakian Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.


Yarman membeberkan, penutupan jalur pendakian dimulai pada 1 Januari hingga 31 Maret 2026. Selain karena adanya aturan pusat tersebut, terjadinya peralihan cuaca ke puncak musim penghujan juga menjadi pertimbangan ditutupnya jalur pendakian Gunung Rinjani.


Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Stasiun Klimatologi Klas I Mataram bahwa sedang terjadi masa peralihan menuju musim hujan 2025/2026 serta adanya Bibit Siklon Tropis 93S perlu mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi, ujarnya.


Bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu seperti hujan lebat, angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan bersifat lokal di beberapa wilayah serta potensi dampak bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.


Adanya penutupan ini, Yarman menegaskan aktivitas pendakian terakhir check in dilakukan pada tanggal 31 Desember 2025 dan terakhir check out pada tanggal 3 Januari 2026. (era)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO