Rabu, Maret 11, 2026

BerandaNTBKOTA MATARAMAntisipasi TPS Liar

Antisipasi TPS Liar

PEMERINTAH Kecamatan Sandubaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya tempat pembuangan sampah (TPS) liar menyusul kebijakan pembatasan ritase pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat. Kebijakan tersebut menetapkan pengangkutan sampah dari Kota Mataram hanya satu kali dalam sehari.

Pembatasan ritase ini berdampak pada penumpukan sampah di sejumlah TPS di wilayah Kota Mataram, termasuk TPS Sandubaya. Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan persoalan baru apabila tidak diantisipasi secara serius, terutama munculnya praktik pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat di lokasi-lokasi yang tidak semestinya.

Camat Sandubaya, Henny Suyasih, mengatakan keterbatasan daya tampung TPS yang tidak sebanding dengan volume sampah harian masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Jika tidak diimbangi dengan upaya pengurangan sampah dari sumbernya, kondisi ini berpotensi memicu terbentuknya TPS liar di lingkungan permukiman.

Dengan pembatasan pembuangan ke TPA dan keterbatasan TPS yang ada, tentu perlu kita antisipasi agar tidak muncul TPS liar di lingkungan masyarakat, ujarnya, Minggu (28/12).

Menurut Henny, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Pembatasan jatah pembuangan ke TPA justru harus dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga.

Ia menegaskan, pengurangan volume sampah di tingkat sumber menjadi kunci utama agar beban TPS dan TPA dapat ditekan. Salah satu langkah yang terus didorong adalah penerapan pemilahan sampah organik dan anorganik secara konsisten di setiap rumah.

Sejalan dengan upaya tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram juga tengah mengupayakan penyediaan TPS alternatif guna mencegah TPS Sandubaya melampaui kapasitas daya tampung. Selain itu, DLH memaksimalkan pemanfaatan insinerator yang telah tersedia sebagai salah satu solusi pengurangan volume sampah sebelum dibuang ke TPA.

Di tingkat kecamatan dan kelurahan, pemerintah mulai mengintensifkan penerapan program pilah sampah dengan menggunakan dua wadah berwarna, yakni wadah putih untuk sampah organik dan wadah hitam untuk sampah anorganik. Program ini diharapkan dapat mempermudah proses pengangkutan sekaligus pengolahan sampah, baik di TPS maupun di fasilitas pengolahan lanjutan.

Melalui lurah, kepala lingkungan, RT, hingga operator pengangkut sampah, kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah dari rumah sebelum diangkut ke TPS, kata Henny.

Ia berharap, dengan penguatan sosialisasi dan keterlibatan aktif masyarakat, persoalan penumpukan sampah dapat ditekan dan potensi munculnya TPS liar di wilayah Kecamatan Sandubaya dapat dicegah sejak dini. (pan)

IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM
RELATED ARTICLES
IKLAN Ucapan Selamat Pelantikan Rektor Baru UNRAM




VIDEO