Sumbawa (Suara NTB) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 berhasil melaksanakan tahapan first synchronization atau sinkronisasi perdana Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sumbawa 2 berkapasitas 30 megawatt (MW) ke jaringan 150 kV GI PLTMG Sumbawa yang berlokasi di Desa Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (27/12/2025).
First synchronization merupakan tahapan krusial ketika pembangkit listrik untuk pertama kalinya dihubungkan ke jaringan sistem kelistrikan dan mulai menghasilkan daya. Pada tahap ini dilakukan serangkaian pengujian dan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan pembangkit dapat beroperasi secara aman, andal, serta memenuhi standar keselamatan dan regulasi yang berlaku.
Keberhasilan sinkronisasi ini menandai bahwa unit pembangkit telah terhubung dan beroperasi secara paralel dengan jaringan listrik eksisting, sekaligus menjadi bukti kesiapan teknis pembangkit untuk memasuki tahapan pengujian lanjutan menuju operasi komersial.
Sinkronisasi perdana PLTMG Sumbawa 2 menjadi salah satu milestone penting setelah pembangkit memperoleh Rekomendasi Laik Sinkron (RLS) dari PT PLN (Persero) Pusat Sertifikasi sebagai lembaga berwenang di bidang sertifikasi ketenagalistrikan. Seluruh proses telah melalui rangkaian uji komisioning sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat dan dilaksanakan oleh tenaga ahli bersertifikat.
PLTMG Sumbawa 2 mengusung teknologi mesin yang dirancang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kehadirannya juga berperan sebagai pembangkit energi transisi guna memperkuat sistem kelistrikan serta menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Sumbawa.
Team Leader Proyek PLTMG Sumbawa 2, Edho Torsesa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran proses sinkronisasi perdana tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya rekan-rekan ULTG Sumbawa–UPT Mataram, UP2B Mataram, UPK Tambora, TCC, serta UIW NTB dan UIP Nusra yang telah memberikan dukungan penuh melalui sinergi dan kolaborasi selama pelaksanaan pekerjaan di lapangan,” ujar Edho.
Lebih lanjut, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1, Yogi Yohannes Siburian, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, kolaborasi, dan komitmen tinggi seluruh tim proyek dengan stake holder terkait dalam memastikan pembangunan pembangkit berjalan tepat mutu, tepat waktu, dan mengedepankan aspek keselamatan kerja.
“Sinkronisasi PLTMG Sumbawa 2 merupakan milestone krusial yang menunjukkan bahwa pembangkit telah siap secara teknis untuk mendukung sistem kelistrikan di Pulau Sumbawa. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan keandalan pasokan listrik, menurunkan risiko defisit daya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Yogi.
Dengan beroperasinya PLTMG Sumbawa 2 nantinya akan memperoleh tambahan pasokan daya sebesar 30 MW yang akan memperkuat Sistem Kelistrikan Tambora, khususnya dalam menghadapi pertumbuhan beban dan kebutuhan listrik masyarakat, sektor industri, pariwisata, serta UMKM di Pulau Sumbawa.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, turut menyampaikan apresiasi atas sinergi dan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan pelaksanaan sinkronisasi perdana ini.
“Pekerjaan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dan kolaborasi dari seluruh pihak, baik internal maupun eksternal PLN. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim yang telah berkontribusi dan melakukan extra effort sehingga pelaksanaan first synchronization PLTMG Sumbawa 2 dapat berjalan dengan baik,” kata Rizki.
Rizki menambahkan, pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini disiapkan untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan Sumbawa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, mendorong iklim investasi, serta membuka peluang penambahan pelanggan baru.
PT PLN (Persero) UIP Nusra optimistis PLTMG Sumbawa 2 akan menjadi penopang penting sistem kelistrikan Pulau Sumbawa. Keberhasilan sinkronisasi ini sekaligus menegaskan komitmen PLN dalam menghadirkan listrik yang andal, berkelanjutan, dan berkeadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah timur dan sistem kelistrikan terisolir seperti Pulau Sumbawa.(bul)


