Mataram (Suara NTB) – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Gunung Sari terus melahirkan inovasi-inovasi unggul dalam rangka menciptakan pembelajaran yang utuh dan komprehensif. Hal ini bertujuan untuk melahirkan peserta didik yang tidak saja cerdas secara intelektual, tapi juga pandai dalam bersikap, dan memiliki kepribadian yang utuh.
Upaya tersebut sekolah realisasikan dalam program Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Perjumpaan (SP-1). Sekolah Perjumpaan adalah model pembelajaran non-formal yang berfokus pada pembentukan karakter, kepribadian utuh, dan relasi sosial yang positif melalui pertemuan rutin (perjumpaan) antara individu (guru/fasilitator dan murid/peserta) di komunitas/sekolah.
Perjumpaan itu ditandai dengan munculnya tindakan berbahasa dengan tujuan untuk membangun sistem sosial yang toleran dan saling berterima dengan dasar nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Tindakan itu nantinya diwujudkan dalam komitmen bersama yang tidak sekedar berkaitan satu sama lain, melainkan “bersentuhan” langsung dengan Tuhan.
“Setiap ucapan individu yang timbul dalam setiap perjumpaan akan dinilai sebagai sebuah tindakan berbahasa apabila terdapat keselarasan antara apa yang diniatkan di dalam hati rohaninya dengan apa yang diucapkan oleh mulut serta apa yang dilakukan oleh tubuh jasmaninya,” jelas Waka Kurikulum, SMAN 1 Gunung Sari, Mansur, pada Senin,29 Desember.
Model sekolah perjumpaan ini digagas oleh Husni Muadz. MA., Ph.D, seorang intelektual dan guru besar Universitas Mataram, kemudian berusaha diterapkan di sekolah formal untuk pertama kali oleh Saiful Akhyar, M.Pd selaku Kepala SMAN 1 Gunungsari saat itu.
Mansur menuturkan bagaimana implementasi Sekolah Perjumpaan di SMAN 1 Mataram nantinya. Ia menerangkan, sebagai model pembelajaran karakter, Konsep Sekolah Perjumpaan bak gayung bersambut dengan kebijakan pemerintah tentang 6 enam dimensi Profil Pelajar Pancasila maupun delapan dimensi profil lulusan yang terbaru.
Bahkan lebih mendalam dan masuk pada paradigma pendidikan dunia yakni peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, dimana Indonesia selalu berada di peringkat 10 terbawah dunia.
“Oleh karena itu, nilai-nilai karakter Sekolah Perjumpaan menjadi Basis dari seluruh kegiatan pendidikan dan pembelajaran di SMAN 1 Gunungsari yang diintegrasikan dalam kerangka kurikulum maupun setiap kebijakan manajemen pengelolaan sekolah dan kehidupan warga Smansagari,” terang Mansur.
Adapun program-program pendidikan yang dilaksanakan di SMAN 1 Gunungsari sebagai turunan program sekolah perjumpaan nantinya adalah, Sekolah Perjumpaan berbasis Gerakan Literasi Sekolah (SP-GLS), Sekolah Perjumpaan berbasis Kelas (SP-Wali Kelas).
Kemudian ada Sekolah Perjumpaan berbasis Orang Tua Asuh (SP-OTA) dan Sekolah Perjumpaan berbasis Orang Tua (SP-Ortu).
Di dalam implementasinya kemudian Program Pembelajaran karakter ini dilengkapi oleh instrumen-instrumen digital sebagai upaya monitoring dan evaluasi yang terintegrasi secara menyeluruh mulai dari kehadiran siswa hingga pulang, penilaian karakter akademis maupun non akademis.
Bahkan SP sebagai model pembelajaran karakter bersama, maka data-data baseline karakter dasar, perkembangan karakter, hingga penilaian dapat diakses secara online oleh siswa, guru, orang tua dan masyarakat melalui website sekolah.
Instrumen-instrumen digital yang dimaksud antara lain; Form Presensi Jam Pertama; Form Presensi Jam Terakhir; Form Observasi SP-Literasi; Form Jurnal Mengajar Guru; Form Piket Kegiatan Belajar Mengajar. Kemudian, Form Refleksi SP-Wali Kelas; Form Refleksi SP-OTA; Form Refleksi SP-Orang Tua; Form Pembinaan Tata Tertib; Form Pembinaan BK; Form Monitoring Shalat/Ibadah; Form Pemantauan Ekskul; dan Rekapitulasi Data SP.
Keseluruhan proses kegiatan dan managemen sekolah, pelaksanaan penilaian tengah semester, akhir semester, hingga ujian sekolah dilaksanakan secara paperless. “Hal ini memungkinkan kecepatan data, penanganan dan tindak lanjut yang diperlukan sekaligus menjamin keternukaan dan akuntabilitas sekolah,” jelas Mansur.
Berdasarkan proses dan model pengelolaan sekolah seperti di atas, hingga saat ini SMAN 1 Gunungsari memiliki capaian tingkat literasi dan numerasi yang baik pada rapor pendidikan, dapat memenangkan beberapa event Lomba di tingkat kabupaten, provinsi maupun nasional. (sib)



