Selong (Suara NTB) – Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyatakan kesiapan untuk merekomendasikan pilihan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni balita menyusui, ibu hamil (bumil), serta baduta non Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Menjawab Suara NTB, di Pendopo Bupati Lotim, Selasa 30 Desember kemarin, Ketua TP3S Lotim, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya, yang juga Wakil Bupati Lombok Timur, menegaskan bahwa rekomendasi menu tersebut akan disusun secara matang dengan melibatkan para ahli gizi yang ada di TP3S. Hal ini dilakukan agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi sasaran dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting.
Terhadap pilihan menu dari semua dapur MBG yang ada di Lotim, TP3S Lotim ini akan koordinasikan dengan Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dalam hal ini diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, H. M. Juaini Taofik.
Ia menjelaskan, ahli gizi yang tergabung dalam TP3S, termasuk dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), akan berperan penting dalam menentukan kualitas menu MBG. Rekomendasi tersebut nantinya menjadi acuan bagi dapur-dapur MBG yang menyiapkan makanan bagi sasaran 3B.
“Kualitas menu harus benar-benar bergizi. Karena itu, dari para ahli gizi akan direkomendasikan menu yang tepat untuk diberikan kepada sasaran 3B,” jelasnya.
Edwin menekankan pentingnya ketersediaan data yang akurat, khususnya terkait lokasi anak-anak stunting. Selain itu, kapasitas sumber daya manusia di dapur MBG, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga mitra dapur, juga perlu menjadi perhatian serius.
“Banyak variabel yang mempengaruhi, termasuk beban operasional dan orientasi keuntungan. Semua itu nantinya akan diawasi oleh Satgas MBG,” katanya.
Menurut Edwin, yang terpenting bagi TP3S adalah memastikan sasaran 3B dapat menerima manfaat MBG di mana pun mereka berada, selama masih terjangkau oleh titik koordinat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Prinsipnya, sasaran 3B harus bisa mendapatkan MBG di mana pun berada, selama masih dalam jangkauan pelayanan,” pungkasnya. (rus)


