spot_img
Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARAT16 Desa di KSB Sudah Bentuk Forum PPATBM

16 Desa di KSB Sudah Bentuk Forum PPATBM

Taliwang (Suara NTB) – Sebanyak 16 desa di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) pada tahun 2025, telah membentuk forum Peduli Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat.
“Alhamdulillah tahun ini kita berhasil membentuk forum PPATBM di 16 desa di tahun ini,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) KSB, Agus Purnawan, Rabu, 31 Desember 2025.

Secara nasional forum tersebut dikatakan Agus pada dasarnya hanya fokus terhadap anak. Namun di KSB dikembangkan melingkup perempuan mengingat fungsi forum tersebut fokus pada pencegahan tindak kekerasan pada individu keluarga. “Dan perempuan menurut kami rentan juga dengan praktik kekerasan. Makanya forumnya kita masukkan unsur pencegahan kekerasan terhadap perempuan juga di dalamnya,” urainya.

Forum PPATBM itu sementara ini terbentuk di 16 desa lingkar tambang. Menurut Agus, pihaknya sengaja memfokuskan di wilayah tersebut karena dinamika kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat tinggi di 3 kecamatan itu. “Kebetulan kegiatan pembentukan forum itu juga didudukung oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT),” sebutnya.
Keberadaan forum tersebut dipandang Agus, sangat penting sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia bilang, dalam upaya pencegahan pelibatan masyarakat sangat efektif dari pada hanya sekedar mengandalkan perangkat pemerintah. “Kami (DP2KBP3A) dan OPD teknis lain dan aparat penegak hukum tidak bisa selama 24 jam melakukan pengawasan. Tapi masyarakat lewat forum itu bisa melakukannya setiap waktu,” cetusnya.

Di tahun 2026 DP2KBP3A KSB mendorong, agar forum serupa terbentuk di semua desa. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) agar memberikan ruang pengunaam Alokasi Dana Desa (ADD) untuk upaya kegiatan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Alhamdulillah DPMD merespon dan desa sendiri menyambut baik saran kami itu. Terbukti tahun ini sudah ada desa yang menggelar sosialisasi dan kami diminta sebagai narasumbernya. Dan mudah-mudahan sesuai komitmen desa, tahun depan mereka akan membentuk forumnya,” kata mantan Sekretaris Dinas Perikanan (Distan) KSB ini.

Agus menyinggung mengenai faktor yang membuat tingginya kasus angka kekerasan perempuan dan anak dari tahun ketahun. Ia menyebut, dari sisi modus umumnya tetap sama. Namun pemicu dalam praktiknya dikatakannya semakin beragam. Dan hal itu dipengaruhi oleh faktor teknologi yang kian canggih. “Gawai dan internet membuat anak-anak kita semakin mudah mengakses konten-konten negatif dan itulah yang kemudian mereka praktikkan, yang entah sadar atau tidak sadar hal itu adalah tindakan kekerasan,” pungkasnya.(bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO