Mataram (Suara NTB) – Dana lingkungan dinilai sangat bermanfaat untuk menunjang operasional lingkungan. Pemkot Mataram diharapkan tetap menganggarkan, guna mempermudah pelaksanaan program di masyarakat.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Mataram, I Made Putu Sudarsana menegaskan, dana operasional lingkungan dinilai sangat bermanfaat bagi lingkungan. Sebab, kegiatan di masyarakat yang membutuhkan biaya tertutupi melalui dana lingkungan.
Sebelum Pemkot Mataram mengalokasikan dana lingkungan Rp25 juta pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2025. Kepala lingkungan kata Putu, kesulitan mencari pembiayaan. “Misalnya untuk rapat di lingkungan tidak ada uang untuk beli jajan. Kalau ada dana lingkungan otomatis bisa terbantu,” terangnya.
Menurut Putu, pengelolaan dana lingkungan berada di kelurahan. Artinya, pola pengawasan anggaran dilakukan secara berjenjang mulai dari kelurahan, kecamatan hingga pengawasan oleh inspektorat. “Masyarakat juga boleh melakukan pengawasan,” tandasnya.
Pemkot Mataram diharapkan kembali mengalokasikan dana lingkungan pada APBD 2026. Kebijakan ini diserahkan sepenuhnya ke tim anggaran pemerintah daerah dengan mempertimbangkan kemampuan finansial daerah.
Putu memahami kondisi fisikal daerah cukup sulit akibat kebijakan efisiensi anggaran, sehingga harus mengedepankan program prioritas. “Iya, kita kembali pada kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Mataram H. Lalu Alwan Basri dikonfirmasi sebelumnya menegaskan, dana operasional lingkungan tetap dialokasikan melalui anggaran kelurahan. Akan tetapi, tidak disebutkan secara detail berapa nominal anggaran yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan di lingkungan. “Ada kita anggaran di kelurahan,” jawabnya singkat.
Seperti diketahui, dana lingkungan merupakan janji politik Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana dan Wakil Wali Kota TGH. Mujiburrahman. Pemkot Mataram mengalokasikan anggaran Rp25 juta untuk mendukung operasional lingkungan. Jika diakumulasi anggaran yang dihabiskan untuk dana lingkungan sekitar Rp8,1 miliar lebih. (cem)


