spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATKasus Gigitan HPR Terus Meningkat

Kasus Gigitan HPR Terus Meningkat

Taliwang(Suara NTB) – Kasus gigitan hewan pembawa rabies (HPR) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mengalami peningkatan. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menunjukkan rata-rata kasus gigitan yang ditangani mencapai belasan setiap pekannya.

“Minggu ini tiga, sebelumnya 12 dan minggu sebelumnya lagi 16 laporan penanganan dari semua Puskesmas,” ungkap Kepala Dinkes KSB, dr. Carlof, Jumat 2 Januari.

Dari data yang ada itu, Carlof menjelaskan dalam sebulan terakhir kasus gigitan HPR terbilang tinggi. Karena itu, pihaknya melalui puskesmas di seluruh wilayah agar mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya. “Kami lewat Puskesmas sudah membuat imbauan,” katanya.

Pihaknya selama ini tetap menekankan upaya pencegahan dari pada penanganan pengobatan. Setiap siklus kenaikan kasus gigitan HPR, Dinkes KSB selalu mengimbau masyarakat untuk tidak berinteraksi dengan semua jenis HPR. “Kalau HPR-nya itu peliharaan, kami sangat sarankan pemiliknya memberikan vaksin peliharannta itu. Nah kalau hewan liar sebisa mungkin jangan diganggu. Itu kuncinya,” cetusnya.

Untuk penanganan kasus gigitan HPR sendiri, Carlof menegaskan, agar masyarakat yang menjadi korban segera menuju fasilitas kesehatan terdekat. Jika diketahui hewan yang menggigit atau melukainya termasuk jenis HPR tindakan medis menjadi cara efektif untuk menghindari kemungkinan tertular virus rabies.

“Di awal tentu kita tidak bisa tahu hewan itu ada rabiesnya atau tidak. Tapi dengan tindakan cepat menjadi langkah antisipasi efektif untuk mencegahnya,” kata Carlof seraya merinci prosedur penanganan dasar terhadap korban gigitan HPR.

“Kalau sudah dibersihkan lukanya, pasiennya kita berikan serum dan vaksin anti rabies. Kalau itu cepat dilakukan mudah-mudahan korbannta tidak akan terinfeksi kalau pun hewannya belakangan terdeteksi rabies,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian KSB, drh. Hikmatul Azmy turut membenarkan terjadinya peningkatan kasus gigitan HPR dalam beberapa pekan terakhir ini. “Laporan kami tidak selalu sama dengan Dinas Kesehatan. Tapi yang jelas memang terjadi peningkatan,” ungkapnya.

Kenaikan kasus gigitan HPR di akhir tahun dan jelang awal tahun umumnya lumrah terjadi. Sebab saat sekarang ini siklus peningkatan agresifitas dan sensitifitas HPR sedang berlangsung. “Umumnya dipicu oleh musim kawin. Anjing umumnya kalau beranak jadi agresif sehingga mudah menyerang saat merasa kondisinya terdesak,” sebutnya.

Azmy pun menyarankan masyarakat untuk tetap berhati-hati. Cara paling efektif untuk menghindari kemungkinan tergigit adalah dengan sebisa mungkin menghindari interaksi langsung dengan HPR. “Kalau ada anjing liar baiknya menghindari saja. Jangan kemudian memprovokasinya,” tandasnya.(bug) 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO