spot_img
Senin, Januari 5, 2026
spot_img
BerandaEKONOMILibur Nataru: Pesanan Paket Wisata ke Lombok Berkurang

Libur Nataru: Pesanan Paket Wisata ke Lombok Berkurang

Mataram (suarantb.com) – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menunjukkan dinamika baru pariwisata Lombok. Meski pesanan paket wisata mengalami penurunan, jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Lombok justru tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Astindo) NTB, Sahlan M. Saleh, mengatakan kondisi tersebut menjadi sinyal positif sekaligus bahan evaluasi bagi pengelola pariwisata daerah.

“Yang jelas, jumlah paket wisata memang berkurang tahun ini, tapi kunjungan wisatawan ke Lombok justru meningkat,” ujar Sahlan saat ditemui di Mataram.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan terlihat dari laporan anggota Astindo dan agen perjalanan di NTB yang menerima lebih banyak tamu dibandingkan periode Nataru tahun lalu. Selain itu, tingkat hunian hotel juga mengalami peningkatan, meskipun belum merata di semua wilayah.

“Okupansi hotel naik dibanding tahun lalu, walaupun belum maksimal, terutama hotel-hotel di Kota Mataram,” jelasnya.

Sahlan menilai, berkurangnya pemesanan paket wisata disebabkan oleh pola perjalanan wisatawan yang mulai bergeser. Banyak wisatawan memilih datang secara mandiri menggunakan pesawat, tanpa menggunakan jasa paket tur konvensional.

“Kebanyakan wisatawan datang secara mandiri, naik pesawat, sehingga load factor pesawat cukup tinggi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wisatawan yang datang ke Lombok umumnya tertarik menikmati keindahan alam dan suasana eksotis destinasi unggulan seperti Gili Trawangan, Sekotong, Kuta Mandalika, Sembalun, hingga kawasan air terjun.

Dalam evaluasi momentum tahun baru ini, Sahlan menekankan pentingnya peningkatan pelayanan dan pembenahan fasilitas pendukung pariwisata. Salah satu yang menjadi sorotan adalah minimnya papan penunjuk arah (sign board) di kawasan wisata serta pengelolaan lingkungan di sejumlah destinasi yang belum optimal.

“Fasilitas pendukung seperti sign board pariwisata masih kurang, dan masih ada destinasi wisata yang belum terjaga lingkungannya dengan baik,” katanya.

Meski demikian, Sahlan mengapresiasi kualitas pelayanan pelaku pariwisata di NTB. Mulai dari pengemudi, pemandu wisata, hingga hotel, dinilai telah memenuhi standar hospitality yang baik, meskipun belum sepenuhnya masuk kategori unggulan.

“Pelayanan sudah cukup baik dari driver, guide, hingga hotel-hotel. Secara hospitality sudah memenuhi standar, walaupun belum bisa dibilang excellent,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sahlan menilai dampak ekonomi dari sektor pariwisata belum maksimal karena karakter destinasi Lombok yang masih berada di segmen menengah. Ia mendorong agar pariwisata NTB mulai berorientasi pada peningkatan kualitas, bukan sekadar mengejar kuantitas kunjungan.

“Kita harus berjuang supaya pariwisata Lombok naik kelas. Selama ini kita mengejar kuantitas, bukan kualitas. Sekarang saatnya fokus ke kualitas,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan, kerja sama antara pemerintah dan swasta dalam membranding pariwisata NTB mulai menunjukkan hasil positif. Bahkan, kedatangan kapal pesiar berukuran besar ke Lombok turut memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

“Momentum wisata tahun ini masih cukup menarik. Apalagi sudah ada kapal pesiar besar yang datang. Ini hasil kerja bersama pemerintah dan swasta dalam membranding Lombok,” demikian Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB ini. (bul)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO