spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATDokumen Studi Kelayakan BLK Taliwang Tuntas

Dokumen Studi Kelayakan BLK Taliwang Tuntas


Taliwang (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menuntaskan persyaratan administrasi untuk pembangunan Balai Latihan Kerja. Studi kelayakan atau feasibility study (FS) BLK bertaraf internasional telah tuntas.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi mengatakan, lembaga yang diminta untuk menyusun studi kelayakan BLK telah merampungkan perbaikan laporan akhirnya. “Kita menggandeng lembaga yang biasa digunakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dalam menusun FS-nya,” katanya.


Dari dokumen studi kelayakan yang telah disusun, Slamet menjelaskan, BLK Taliwang nantinya akan menjadi pusat segala jenis pelatihan ketenagakerjaan. Tidak saja untuk kebutuhan pasar kerja lokal tetapi juga untuk penyiapan tenaga kerja ke luar daerah hingga luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Apa yang paling dibutuhkan pasar kerja itulah jenis pelatihan yang dapat didadakan di BLK kita nantinya,” paparnya.


Untuk kebutuhan pasar kerja lokal, Slamet memaparkan, BLK akan fokus menyiapkan pelatihan kebutuhan industri pasca tambang. Ia mencontohkan, pelatihan hospitality yang sangat dibutuhkan dunia kerja kepariwisataan, keterampilan lain yang mendukung program pemerintah serta penyiapan keterampilan PMI siap kerja. “Kalau untuk kebutuhan tambang juga tetap ada. Nanti kita kolaborasi langsung dengan perusahaan. Jadi mereka yang latih dan kita fasilitasi di BLK, begitu konsep yang akan kita jalankan,” paparnya.


Selain kebutuhan pasar kerja formal, kegiatan pelatihan di BLK Taliwang nantinya juga untuk kegiatan penyiapan pelatihan daya dukung perekonomian masyarakat. Slamet menyebut, selama ini banyak OPD teknis menggelar pelatihan keterampilan dalam rangka mendukung perekonomian masyarakat. Namun pelatihan tersebut tidak bersifat program sehingga pesertanya tidak dibekali bukti legalitas. “Kalau di BLK nanti setiap peserta pelatihan akan dapat sertifikat dari BNSP, LSP. Jadi itu bukti peserta sudah menguasai keterampilan tertentu,” urainya.


Sementara itu berdasarkan dokumen masterplannya, BLK Taliwang dirancang sebagai sebuah kompleks pelatihan terpadu modern. Berbagai workshop kejuruan yang strategis akan dibangun dalam satu kompleks, mulai dari teknologi informasi, garment apparel, otomotif, elektronika, hingga workshop pertambangan yang sangat relevan dengan Industri.


Menurut Bupati KSB, H. Amar Nurmansyah, BLK Taliwang didesain agar fokus pada pelatihan keterampilan yang memiliki nilai jual tinggi. “Tujuannya agar lulusan BLK kita langsung terserap pasar kerja, bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata Bupati.(bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO