spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaEKONOMIFKIJK NTB dan MIM Foundation Salurkan Bantuan Genset bagi Penyintas Banjir Aceh

FKIJK NTB dan MIM Foundation Salurkan Bantuan Genset bagi Penyintas Banjir Aceh

 

Mataram (suarantb.com) – Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang tidak hanya merendam rumah dan memutus akses jalan, tetapi juga memadamkan cahaya di banyak desa. Ketika aliran listrik terhenti, malam menjadi lebih panjang dan lebih sunyi bagi para penyintas.

Anak-anak terpaksa tidur dalam gelap, para orang tua berjaga dengan cemas, dan relawan kesulitan menjalankan layanan kemanusiaan tanpa penerangan yang memadai.

Di Kecamatan Bandar Pusaka meliputi Desa Rantau Bintang dan Desa Sunting, di Kecamatan Rantau meliputi Kampung Landuh dan Kampung Durian, gelap bukan sekadar kondisi fisik, melainkan beban psikologis yang menambah luka pasca bencana.

Dalam situasi darurat, listrik menjadi kebutuhan mendasar, untuk penerangan, pengisian daya alat komunikasi, operasional posko, hingga dapur umum dan tempat ibadah.

Melihat kondisi tersebut, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) NTB bersama MIM Foundation menyalurkan bantuan empat genset untuk membantu para penyintas banjir yang kehilangan akses listrik akibat bencana. Bantuan ini menjadi penopang utama bagi posko pengungsian, fasilitas ibadah, dan titik layanan kemanusiaan agar tetap bisa beroperasi di tengah kondisi darurat.

Pada hari Selasa-Rabu, 30-31 Desember 2025, bantuan genset disalurkan ke dua titik pengungsian dan dua titik masjid yang terdampak banjir di Aceh Tamiang sebagai upaya menghadirkan kembali cahaya dan penerangan saat shalat.

Relawan MIM Foundation di Aceh, Dedy Kurniawan, menyampaikan bahwa kegelapan selama banjir benar-benar memperberat kondisi warga.

“Ketika malam tiba dan listrik padam, suasana di pengungsian sangat memprihatinkan. Banyak anak-anak yang takut, orang tua sulit beristirahat, dan relawan juga kesulitan menjalankan pelayanan. Kehadiran genset ini sangat berarti, karena bukan hanya menyalakan lampu, tapi juga menyalakan semangat warga,” ujar Dedy.

Kehadiran genset ini langsung memberi dampak besar. Posko pengungsian kembali hidup saat malam tiba, aktivitas relawan bisa berjalan lebih optimal, dan warga mulai merasakan kembali suasana yang lebih layak di tengah keterbatasan. Bagi para penyintas, nyala lampu di malam hari menjadi simbol bahwa mereka tidak sendiri menghadapi bencana.

FKIJK NTB bersama MIM Foundation tidak hanya menghadirkan penerangan melalui genset, tetapi juga akan membangun dan mengaktifkan sumur bor sebagai sumber air bersih bagi warga terdampak.

Bantuan ini ditujukan untuk memastikan para penyintas di Aceh dan Sumatra dapat kembali mengakses air yang aman dan layak di tengah kondisi darurat. Kolaborasi MIM Foundation dan FKIJK NTB merupakan wujud nyata kepedulian masyarakat NTB kepada saudara-saudari kita di Aceh dan Sumatra.

Bantuan ini bukan hanya tentang Listrik dan air, melainkan tentang menghadirkan harapan di tengah kegelapan dan menguatkan semangat untuk bangkit kembali. (bul/*)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO