Sumbawa Besar (Suara NTB) – Bupati Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot meninjau lokasi pra groudbreaking proyek Integrated Poultry Industry (Budidaya Unggas Terintegrasi) di Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT) Desa Serading, Sabtu (3/1).
“Peninjauan ini kami lakukan sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan proyek strategis yang menjadi salah satu dari lima lokasi secara nasional untuk pengembangan industri unggas terintegrasi di Indonesia,” Kata haji Jarot, kemarin.
Ia melanjutkan, pemerintah pada prinsipnya sudah menyiapkan lahan seluas 10 hektar untuk mendukung program strategis nasional (PSN) tersebut. Penyiapan lahan itu juga dilakukan sebagai komitmen pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional di daerah.
“Jadi, ada lima provinsi yang ditetapkan sebagai lokasi proyek yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sehingga harus kita dukung,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek ini direncanakan akan diluncurkan secara serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Haji Jarot menjelaskan, khusus di Provinsi NTB, proyek integrated poultry industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari 16 lokasi, empat unit diantaranya berada di Sumbawa dan menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi.
“Salah satu unit strategis tersebut berlokasi di kawasan BPHMT di desa Serading yang kini sudah mulai kita lakukan persiapan lahan jelang pelaksanaan ground breaking,” ujarnya.
Ia meyakinkan, kehadiran proyek ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi membuka peluang besar bagi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan nilai tambah sektor peternakan. Selain itu, sektor ini menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
“Konsep terintegrasi dari hulu ke hilir kami berharap proyek ini mampu mendorong efisiensi produksi, stabilitas pasokan, dan daya saing industri unggas nasional,” timpalnya.
Pemkab Sumbawa akan memberikan dukungan penuh, baik dari aspek perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah, sehingga pelaksanaan proyek ini bisa berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Kami sangat bersyukur Sumbawa masuk dalam proyek tersebut. Ini juga akan mengukuhkan peran Sumbawa sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur,” tukasnya. (ils)


