spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEJembatan "Bailey" di Perigi Mulai Terpasang

Jembatan “Bailey” di Perigi Mulai Terpasang

 

Selong (suarantb.com) – Akses transportasi yang terputus akibat bencana banjir bandang pada 19 November 2025 lalu di Desa Perigi, akhirnya segera tersambung kembali. Pemasangan jembatan darurat berjenis Bailey berkapasitas 25-30 ton telah dimulai di lokasi, sebagai solusi cepat menjembatani isolasi satu dusun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, H. M. Juaini Taofik saat menerima kedatangan material jembatan bailey di Dusun Aiq Beta Desa Perigi, Minggu (4/1/2026) menyampaikan bahwa bantuan jembatan ini merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemkab Lotim, dan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana.

“Alhamdulillah, Pak Pangdam Udayana memutuskan untuk memberikan bantuan berupa jembatan Bailey yang kekuatannya 25-30 ton, dan hari ini sudah mulai dipasang,” ujarnya saat menjawab media bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi MGBt, H. Ahmadi dan Kalak BPBD Lotim serta Komandan Operasi Pemasangan Jembatan dari Zeni TNI AD.

Jembatan dengan bentang 24 meter ini dinilai sangat strategis karena menghubungkan satu dusun terisolir yang dihuni sekitar 140 kepala keluarga. Selama akses terputus, layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga sangat terhambat. Bahkan, antusiasme masyarakat terlihat dengan upaya swadaya mereka membangun jembatan sederhana sebelumnya.

“Insya Allah dengan hadirnya jembatan Bailey, 10-15 hari ke depan (akses) normal kembali,” harap Juaini Taofik. Ia mengingatkan bahwa meski kapasitasnya melebihi truk pengangkut galian C yang biasa melintas (10-15 ton), kehati-hatian tetap diperlukan.

Setelah ini, Pemkab Lotim siap merancang desain pembangunan jembatan baru untuk dibangun kembali dengan harapan bisa lebih mudahkan akses warga.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ahmadi, menjelaskan jembatan Bailey ini merupakan aset Kodam IX/Udayana yang dipinjamkan sebagai respons darurat. Masa pakainya diperkirakan sekitar 18 bulan, sebelum nantinya dikembalikan ke Kodam.

“Setahun setengah ke depan ini, Pemda Kabupaten bisa memperbaiki atau membangun jembatan permanen,” jelas Ahmadi.

Ia mencontohkan keberhasilan skema serupa di Desa Rame, Kabupaten Bima, di mana jembatan Bailey pernah dipasang sementara sebelum akhirnya diganti dengan jembatan permanen oleh pemerintah daerah.

Jembatan ini, kata dia, memiliki spesifikasi yang mumpuni dengan balok rangkap (double balok) dan mampu menahan beban hingga 25 ton. “Lebih dari cukup, lebih dari spesifikasi yang kita harapkan,” tambahnya.

Jenis besi baja yang terpasang ini diyakini sangat kuat. Apalagi terlihat material yang dibawa ke Perigi ini sangat baru. “Ini barangnya sangat baru,” terangnya.

Kepala Wilayah Dusun Aiq Beta, Desa Prigi, Ahmad Maesir, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan aksi cepat berbagai pihak.

“Terima kasih kepada Bupati H. Haerul Warisin, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Pangdam Udayana serta Danrem Wirabhakti, dan seluruh jajaran TNI yang telah mempercepat proses pembangunan jembatan,” ungkap Ahmad Maesir.

Kehadiran jembatan ini dinilainya akan segera membuka akses dan memulihkan aktivitas ratusan warga dusunnya yang selama ini terisolasi.

Proses pemasangan jembatan Bailey ini diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu dekat, sehingga kehidupan sosial-ekonomi warga Dusun Aiq Beta dapat kembali berdenyut normal. Selama ini memang warga sudah membangun jembatan darurat dari bambu karena memudahkan akses warga untuk puluhan warga di seberang jembatan. (rus)

 

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO