spot_img
Kamis, Januari 8, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPentingnya Edukasi Berkelanjutan

Pentingnya Edukasi Berkelanjutan

 

PEMERINTAH Kelurahan Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, menilai kebijakan Pemerintah Kota Mataram terkait pemilahan sampah masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat masyarakat. Hal ini disebabkan kebiasaan memilah sampah merupakan hal yang relatif baru bagi sebagian besar warga, sehingga membutuhkan proses adaptasi melalui sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan masif.

Lurah Cilinaya, I Ketut Soemarta, mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti instruksi Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, terkait penerapan kebijakan pemilahan sampah dari sumbernya. Instruksi tersebut telah disampaikan kepada seluruh perangkat lingkungan, mulai dari kepala lingkungan, operator sampah, RT, kader, hingga lembaga masyarakat setempat agar dapat diteruskan dan dipahami oleh warga di masing-masing wilayah.

“Sudah kita sampaikan, cuma memang ini hal yang baru bagi masyarakat. Tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan. Dalam pelaksanaannya, banyak kendala dan tantangan, terutama yang dirasakan oleh para operator sampah di lapangan,” ujarnya, Minggu (4/1/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat dan operator sampah, kendala utama yang dihadapi adalah kewajiban memilah sampah organik dan anorganik menggunakan wadah plastik berbeda, yakni kantong plastik warna putih dan hitam. Selain itu, masyarakat juga masih merasa terbebani karena harus menyediakan sendiri dua kantong plastik tersebut di rumah masing-masing.

Menurut Soemarta, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan pola pengelolaan sampah membutuhkan waktu dan pendampingan yang intensif. Oleh karena itu, pihak kelurahan terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak memandang kebijakan ini sebagai beban, melainkan sebagai upaya bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Sudah kita jelaskan kepada warga bahwa penyediaan wadah sampah tidak harus menggunakan kantong plastik baru. Bisa memanfaatkan kantong plastik bekas yang masih layak pakai. Yang terpenting adalah pemilahan sampahnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Mataram juga tengah mengupayakan pengadaan sarana dan prasarana pendukung pemilahan sampah yang direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2026. Kelurahan Cilinaya pun terus memantau perkembangan program tersebut agar implementasinya berjalan sesuai harapan.

“Kita tunggu perkembangan program ini. Dalam waktu dekat kami juga akan mengumpulkan seluruh operator sampah lingkungan untuk mengevaluasi sekaligus mengecek progres pelaksanaan pemilahan sampah di lapangan,” tambahnya.

Soemarta mengakui bahwa setiap program positif yang dijalankan pemerintah pasti menghadapi tantangan, terutama yang berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. (pan)



RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO