spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaHEADLINEAtut Siswa SD Asal NTB Raih Medali Emas di WIMO 2026 China

Atut Siswa SD Asal NTB Raih Medali Emas di WIMO 2026 China

Mataram (Suara NTB) – Qashiratut Tharfi Paranata atau akrab disapa Atut kembali mengharumkan nama NTB dan Indonesia di pentas dunia. Kali ini, tak main-main, bocah delapan tahun itu meraih medali emas di ajang matematika bergengsi dunia, World International Mathematical Olympiade (WIMO) di Shenzhen, China, 2026.

Atut bersaing dengan sekitar 500-an peserta dari 14 negara di dunia. Dari ratusan siswa itu, Atut berhasil mencatatkan namanya di urutan tertinggi papan skor bersama sejumlah anak Indonesia dan negara lain.

Atut mampu meraih skor 156 poin setelah mampu menyelesaikan 30 soal rumit matematika.

Keberhasilan Atut pada ajang WIMO 2026, Shenzhen, China ini memperkuat posisi Atut di ajang olimpiade internasional setelah sebelumnya hampir tak pernah absen membawa pulang medali emas.

Tak hanya itu, keberhasilan ini juga membuktikan bahwa prestasi putri daerah dan anak Indonesia tidak bisa dipandang remeh. Atut, dengan kecerdasannya mampu mengharumkan nama NTB dan Indonesia di kancah dunia.

Ibu Atut, Evi Diansari menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Atut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah dari proses yang panjang dan tekun.

“Terharu, bersyukur, bahagia, bangga pastinya,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu (4/1/26).

Evi bahkan tak bisa menahan tangisnya setelah nama anaknya itu berhasil menyabet medali emas. “Nangis saya dia bisa dapat emas karena ini pertama kali ikut WIMO,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, keberhasilan Atut mengantongi medali emas ini bukan saja karena proses yang dilalui. Namun, kenyataan bahwa saingan Atut pada ajang bergengsi matematika itu tidak main-main.

“Saingannya yang datang sudah suhu matematika dar tiap negaranya. Bahkan saingannya yang dari sesama indonesia dari Jakarta sekolahnya internasional school bisa dikalahkan sama Atut,” beber Evi.

Keberhasilan Atut sampai dapat mengibarkan bendera merah putih di panggung dunia tak bisa dianggap mudah. Untuk mengikuti ajang prestisius tersebut, peserta mesti mengikuti enam olimpiade matematika skala internasional sebelumnya. Dari enam olimpiade tersebut, peserta wajib setidaknya mendapatkan dua emas.
Evi menerangkan, sebelumnya Atut sudah mengikuti penyisihan TIMO, BBC, dan HKIMO dan lolos ke final.

“Minimal dapat dua emas di final TIMO, BBC, dan HKIMO baru bisa dapat undangan ke WIMO. Atut dapat emas di final BBC dan HKIMO,” tuturnya.

Saat ini, Atut tengah mempersiapkan untuk ajang olimpiade internasional berikutnya, yakni TIMO dan BBC, Maret pada grade kelas II SD.

“Kalau dapat emas dua-duanya besok final TIMO dan BBC dipastikan dia akan ke WIMO lagi tahun depan di level kelas II (SD),” jelasnya.

Evi berharap, putrinya itu tetap dalam keadaan sehat dan selalu bahagia, sehingga dapat kembali mengharumkan nama daerah dan bangsa di panggung matematika dunia. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO