Mataram (suarantb.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat perkembangan signifikan pada kinerja perdagangan luar negeri daerah pada November 2025.
Setelah mengalami penurunan sepanjang sebagian besar tahun, nilai ekspor NTB pada November 2025 melonjak tajam, terutama didorong oleh kembali dilakukannya ekspor komoditas tambang dalam bentuk konsentrat.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M., menjelaskan bahwa secara kumulatif nilai ekspor NTB pada periode Januari–November 2025 mencapai US$ 1.063,81 juta. Angka tersebut mengalami penurunan 56,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Penurunan ini terjadi akibat belum meratanya aktivitas ekspor sepanjang tahun, khususnya dari sektor tambang.
Namun demikian, pada November 2025, kinerja ekspor menunjukkan lonjakan sangat tinggi. Nilai ekspor NTB pada bulan tersebut tercatat sebesar US$ 327,84 juta, atau meningkat 5.792,07 persen dibandingkan ekspor November 2024 secara tahunan (year on year).
“Peningkatan ekspor yang sangat signifikan pada November 2025 ini terutama disebabkan oleh adanya ekspor komoditas tambang dalam bentuk konsentrat,” ujar Wahyudin.
BPS mencatat, kelompok komoditas ekspor terbesar NTB pada November 2025 didominasi oleh Barang Galian/Tambang Non Migas dengan nilai mencapai US$ 194,35 juta atau 59,28 persen dari total ekspor.
Selanjutnya diikuti oleh Tembaga sebesar US$ 66,14 juta (20,18 persen) dan Perhiasan/Permata sebesar US$ 64,41 juta (19,65 persen). Sementara itu, komoditas perikanan seperti ikan dan udang menyumbang US$ 2,03 juta, serta daging dan ikan olahan sebesar US$ 490 ribu.
Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada November 2025 paling besar dikirim ke Tiongkok dengan pangsa 50,54 persen. Disusul Swiss sebesar 19,56 persen, Jepang sebesar 18,42 persen, Malaysia sebesar 4,94 persen, dan Korea Selatan sebesar 2,15 persen, sementara sisanya ke negara lainnya.
Sementara itu, kinerja impor NTB pada periode Januari–November 2025 juga mengalami penurunan. Total nilai impor tercatat sebesar US$ 220,18 juta, turun 73,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Meski demikian, pada November 2025 nilai impor NTB mencapai US$ 13,25 juta, meningkat 5,51 persen dibandingkan November 2024.
Komoditas impor terbesar NTB pada November 2025 adalah Karet dan Barang dari Karet dengan nilai US$ 5,70 juta atau 42,99 persen. Disusul Mesin/Peralatan Listrik sebesar US$ 4,50 juta (33,93 persen), Kendaraan dan Bagiannya sebesar US$ 915 ribu, Berbagai Produk Kimia sebesar US$ 819 ribu, serta Mesin dan Pesawat Mekanik sebesar US$ 707 ribu.
Adapun negara asal impor terbesar NTB pada November 2025 adalah Jepang dengan kontribusi 42,89 persen, diikuti Jerman sebesar 32,54 persen, Amerika Serikat sebesar 11,24 persen, Singapura sebesar 6,90 persen, Malaysia sebesar 3,41 persen, dan Australia sebesar 3,01 persen.
Wahyudin menambahkan, peningkatan impor pada November 2025 terutama dipicu oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku dan bahan penolong, seiring dengan kembali berlangsungnya aktivitas ekspor komoditas tambang di NTB.
“Ekspor tambang yang kembali berjalan mendorong peningkatan impor bahan baku dan penolong. Ini menunjukkan adanya pergerakan aktivitas industri dan perdagangan di NTB,” pungkasnya. (bul)


