spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK BARATMinim Kunjungi Destinasi Lobar, Pemkab Lobar Diminta Serius Tangkap Peluang Kapal Pesiar

Minim Kunjungi Destinasi Lobar, Pemkab Lobar Diminta Serius Tangkap Peluang Kapal Pesiar

 

Giri Menang (suarantb.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Pemkab Lobar) diminta serius menangkap peluang dari ribuan tamu kapal pesiar yang tiap tahun singgah di daerah ini. Beberapa hal yang perlu dibenahi dari sisi kesiapan destiansi, atraksi, dan kesiapan amenitas. Pasalnya sejauh ini, tamu kapal pesiar masih minim mengunjungi objek-objek wisata di daerah tersebut.

Salah satu pelaku wisata, Lalu Ratmawa Wirajuna mengatakan, rute tamu kapal pesiar ini bisa berwisata ke destinasi yang jauh karena waktunya cukup. Dari destinasi yang ada, lebih banyak ke Mandalika Loteng, Gili, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sedangkan untuk destinasi wisata Lobar, daerah yang lebih banyak dikunjungi Senggigi, Lingsar, dan Narmada. “Kalau dipersentase sekitar 35 persen pengunjung kapal Pesiar ke Lobar,” kata pengurus HPI NTB ini, Senin (5/1/2026).

Menurutnya, jumlah ini masih minim sehingga perlu dari Pemkab dalam hal ini pimpinan daerah dan OPD untuk melakukan langkah-langkah antisipatif. Artinya Pemkab menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan di daerah wisata. Pengunjung ini kata dia, butuh pemandangan alam, kultur, dan wisata UMKM, Atraksi hingga amenitas uang memadai. Sejauh ini, para tamu ini dilayani travel agen tunggal yakni LA Lombok. Namun agen lain juga ada yang ikut.

Hal senada disampaikan Anggota komisi II DPRD Lobar H. Jumahir. Menurutnya, beberapa hal yang perlu dibenahi Pemkab untuk mengoptimalkan tamu kapal pesiar ini. Di antaranya sebut politisi Golkar itu, penyambutan bagi tamu kapal pesiar di area pelabuhan. Peran serta Pemda dan pelaku pariwisata harus hadir di sana. Untuk menyamarakkan penyambutan itu, tidak cukup dengan kesenian tapi butuh gerai kerajinan daerah.

Menurut Juhamir, tidak menutup kemungkinan tamu kapal pesiar ini ada yang ingin berwisata. Namun ada juga yang ingin menikmati suasana di pelabuhan. “Paling tidak miniatur Nusa Tenggara Barat dan Lobar itu bisa dilihat di areal otorita pelabuhan itu,” jelasnya.

Kedua, dari kenyataan yang terjadi setiap kunjungan kapal pesiar pelaku pariwisata membawa mereka ke berbagai objek wisata yang ada di Lombok. “Sehingga perlu ada kesiapan, baik itu aktraksi kesenian, kerajinan tangan khas daerah, kuliner dan lainnya,” ujarnya.

Kelompok UMKM ini jelasnya perlu mendapatkan dukungan dari daerah untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas, sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Yang penting juga sarana pendukung, toilet memadai di objek wisata, disamping menyiapkan kesenian lokal di masing-masing destinasi,” imbuhnya. (her)



RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO