spot_img
Selasa, Januari 6, 2026
spot_img
BerandaNTBSUMBAWA BARATPenyakit Ispa dan Diare di KSB Melonjak

Penyakit Ispa dan Diare di KSB Melonjak

Taliwang (suarantb.com) – Peralihan musim kemarau ke musim hujan mulai memberi dampak terhadap kesehatan warga Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Berdasarkan data Dinas Kesehatan KSB menunjukkan beberapa kasus penyakit berbasis lingkungan yang disebabkan pancaroba mengalami lonjakan seperti penyakit infeksi saluran penapasan (Ispa) dan diare.

“Kalau penyakit berbasis lingkungan sepanjang Desember 2025 yang paling tinggi laporannya ispa dan diare,” terang kepala Dinkes KSB, dr. Carlof.

Laporan kasus terhadap dua jenis penyakit itu terjadi di 4 kecamatan. Untuk kasus penyakit ispa dilaporkan muncul di Kecamatan Taliwang, Maluk, Seteluk dan Jereweh. Sementara kasus diare terjadi di Kecamatan Taliwang, Maluk, Brang Rea dan Kecamatan Seteluk.

Masuk dalam jenis penanyakit lingkungan, Carlof mengatakan, ispa dan diare saat ini sangat ideal menyerang warga. Penurunan suhu dan kelembapan udara saat pancaroba seperti sekarang ini menciptakan kondisi ideal bagi penyebaran virus kedua penyakit tersebut dengan cepat di lingkungan warga. “Jadi penyakit ini rawan betul menyerang saat musim peralihan seperti sekarang,” cetusnya.

Untuk menghindari agar warga tidak terjangkit berbagai jenis penyakit tersebur, Carlof mengingatkan warga untuk menjaga kebersihan makanan dan terurama kualitas air konsumsi hariannya.
“Terutama air minum, warga harus memasaknya hingga mendidih. Sebab awal musim hujan rawan menurunkan kualitas air bersih akibat limpasan air permukaan,” urai mantan Direktur RSUD Asy Syifa’ KSB ini.

Tidak itu saja, Carlof juga mengimbau warga untuk tetap proaktif menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kata dia, banyak penyakit berbasis lingkungan yang selalu mengintai kesehatan warga di musim peralihan. Selain ispa dan diare dari pengalaman kesehatan masyarakat KSB ada penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan malaria yang juga kerap meningkat kasusnya di beberapa wilayah kecamatan.

“Kami melalui seluruh Puskesmas, para petugas promosi kesehatannya sudah melakukan sosialisasi. Tapi untuk pencegahan intinya partisipasi aktif warga dengan menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, itu kuncinya,” tandas Carlof.

Ia menambahkan, warga yang mengalami serangan penyakit, agar memanfaatkan layanan tim reaksi cepat ambulans. Carlof menjamin, pelayanan akan diperoleh secepatnya jika warga mengalami ancaman kesehatan mendadak. “Jadi kalau sudah ada gejala, walau tengah malam hubungi saja call center TRC Ambulans pasti direspon segera,” janjinya.(bug)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO