Mataram (suarantb.com) – Minat masyarakat NTB untuk bekerja ke luar negeri sepanjang tahun 2025 terbilang tinggi. Berdasarkan data Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, tercatat secara resmi sebanyak 25.062 warga NTB berangkat bekerja ke luar negeri selama periode Januari hingga Desember 2025.
Data BP3MI NTB menunjukkan, mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTB ditempatkan di negara-negara Asia Tenggara. Malaysia menjadi negara tujuan utama dengan jumlah penempatan mencapai 88,89 persen. Selanjutnya disusul Brunei Darussalam sebanyak 8,64 persen, serta Singapura sebanyak 2,47 persen.
Sementara itu, jika dilihat dari daerah asal kabupaten/kota, penempatan PMI asal NTB didominasi dari wilayah Pulau Lombok. Kabupaten Lombok Tengah tercatat sebagai daerah pengirim terbanyak dengan 41,36 persen, disusul Lombok Timur sebanyak 33,95 persen, dan Lombok Barat sebanyak 20,99 persen.
Adapun daerah lain menyumbang jumlah yang relatif kecil, yakni Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Utara masing-masing 1,23 persen, kemudian Kabupaten Bima dan Sumbawa masing-masing 0,62 persen.
Dari sisi jabatan atau jenis pekerjaan, data BP3MI NTB mencatat bahwa sebagian besar PMI asal NTB bekerja di sektor perkebunan. Plantation worker mendominasi dengan jumlah 88,27 persen. Selain itu, terdapat skilled workers, construction worker, dan domestic worker.
Sementara jabatan lainnya seperti cook, general worker, housekeeper and family, serta kitchen helper masing-masing tercatat sekitar 0,62 persen. Data ini menunjukkan bahwa sektor informal dan padat karya masih menjadi pilihan utama pekerja migran asal NTB.
Dari sisi jenis kelamin, PMI asal NTB masih didominasi oleh laki-laki. Tercatat 93,21 persen merupakan pekerja laki-laki, sedangkan perempuan sekitar 6,79 persen. Komposisi ini mencerminkan karakteristik lapangan kerja di negara tujuan yang banyak menyerap tenaga kerja laki-laki, khususnya di sektor perkebunan dan konstruksi.
Selain data penempatan, BP3MI NTB juga mencatat skema penempatan pekerja migran sepanjang 2025. Beberapa perusahaan penempatan PMI (P3MI) tercatat menempatkan pekerja dalam jumlah besar. Di antaranya Primadaya Pratama Pandukarya dengan 3.418 orang atau 13,64 persen, Cipta Rezeki Utama sebanyak 2.425 orang atau 9,68 persen, serta Wira Karitas sebanyak 2.402 orang atau 9,58 persen.
Kemudian disusul Pamor Sapta Dharma sebanyak 2.235 orang, Hamparan Karya Insani 1.901 orang, Agesa Asa Jaya 1.149 orang, dan sejumlah P3MI lainnya dengan jumlah penempatan bervariasi.
BP3MI NTB menegaskan bahwa data tersebut menjadi dasar evaluasi dan penguatan pelindungan bagi PMI asal NTB, sekaligus mendorong peningkatan penempatan yang prosedural dan aman.
“Pemerintah juga terus mengimbau masyarakat untuk berangkat bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi guna meminimalkan risiko dan memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi,” demikian Kepala BP3MI NTB, Noerman Adhiguna. (bul)


