spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA BIMACucu Sultan Bima XIV Protes, Bandara Sultan M. Salahuddin Tidak Pajang Sejarah...

Cucu Sultan Bima XIV Protes, Bandara Sultan M. Salahuddin Tidak Pajang Sejarah Pahlawan Nasional

Kota Bima (suarantb.com) – Cucu Sultan Bima XIV, Dewi Ratna Muchlisa atau akrab disapa Dae Dewi, melayangkan protes terbuka kepada manajemen Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima. Ia menyayangkan tidak ada satu pun foto kakeknya, Sultan Muhammad Salahuddin, yang telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional dipajang di bandara tersebut.

Kekecewaan itu Dae Dewi sampaikan melalui akun Facebook pribadinya pada 4 Januari 2025. Dalam unggahannya, ia mempertanyakan logika penamaan bandara yang mengabadikan nama Sultan Muhammad Salahuddin, namun tidak disertai representasi visual atau informasi sejarah tentang sosok pahlawan asal Bima tersebut.

“Sekarang ini Sultan Muhammad Salahuddin sudah menjadi pahlawan nasional. Tetapi anehnya meskipun bandara ini namanya Sultan Muhammad Salahuddin, satu pun foto beliau tidak ada di bandara ini. Namanya dipakai, tapi fotonya tidak ada,” tulis Dae Dewi.

Ia berharap pengelola bandara segera memasang foto dan informasi sejarah Sultan Muhammad Salahuddin sebagai bentuk penghormatan dan edukasi publik.

Unggahan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu perhatian publik. Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Suroso, S.T., M.M., mengakui pihak bandara selama ini memang belum pernah memasang foto Sultan Bima XIV.

“Sampai saat ini belum ada aturan khusus yang mewajibkan pengelola bandara memasang foto tokoh yang namanya digunakan. Namun setelah adanya masukan dari keluarga dan masyarakat, kami menindaklanjuti hal ini,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Selasa (6/1/2026).

Otoritas bandara kemudian meminta surat resmi sebagai dasar administrasi pemasangan foto. Direncanakan, akan memasang foto Sultan Muhammad Salahuddin di ruang VIP Kabupaten Bima dengan konsep yang lebih privat dan estetis.

“Langkah awalnya akan di pasang berupa foto dipajang di ruangan VIP Kabupaten Bima lebih private dan estetika,” sebutnya.

Sedangkan, Dae Dewi mengungkapkan bahwa dirinya telah bertemu langsung dengan pimpinan Bandara Bima pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 10.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, ia menjelaskan pentingnya menghadirkan sejarah dan perjuangan Sultan Muhammad Salahuddin di ruang publik bandara.

“Setelah saya kirimkan video dan foto-foto perjuangan Sultan, pimpinan bandara langsung memerintahkan agar sejarah beliau segera ditayangkan di videotron ruang tunggu,” ungkap Dae Dewi.

Ia mengungkapkan, kini, tayangan sejarah Sultan Muhammad Salahuddin sudah dapat disaksikan di ruang tunggu keberangkatan Bandara Bima. Penumpang dapat melihat visual perjuangan sang pahlawan sambil menunggu jadwal penerbangan. Ke depan, bandara juga berencana menayangkan materi serupa di area kedatangan dilengkapi dengan narasi sejarah.

Ia berharap Bandara Sultan Muhammad Salahuddin benar-benar menjadi pintu masuk Bima yang mencerminkan identitas budaya dan sejarah daerah.

“Kita buat pintu masuk Bima menjadi pintu masuk dengan ciri budaya dan sejarah,” pungkasnya. (hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO