Selong (suarantb.com) – Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji menjadi salah satu desa yang masuk daftar hitam kasus stunting berdasarkan data Tim Percepatan, Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S). Terus keberpihakan anggaran untuk prioritas penanganan.
Kepala Desa Teros, Patria Kusniadi kepada Suara NTB, Senin (5/1/2026) menjelaskan setiap tahun pihaknya sebenarnya terus mengalokasikan anggaran untuk penanganan stunting. Upaya mempercepat penurunan prevalensi stunting ini masuk program prioritas setiap tahunnya.
Setiap tahunnya dialokasikan lebih dari Rp100 juta dari Dana Desa (DD). Menurutnya, penanganan stunting selama ini sudah sesuai dengan perencanaan dan instruksi dari pemerintah. Peruntukan dana desa yang dialokasikan antara lain pemberian makanan tambahan (PMT) di semua Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dikatakan, pelibatan kader dan tim pendamping keluarga terus digencarkan untuk penanganan. Diyakinkan, penanganan stunting di Teros sejauh ini aman-aman saja.
Data di Desa Teros sendiri, jumlah kasus stunting dicatat sebanyak 144 kasus per Agustus 2025. Data itu diperoleh tersebut kabarnya sudah banyak yang berubah sehingga perlu perbaikan kembali.
Diketahui, dari tujuh desa yang masuk daftar hitam tiga desa berada di wilayah Kecamatan Labuhan Haji. Selain Teros, dua lainnya adalah Penedagandor dan Kertasari.
Dikonfirmasi terpisah terkait data itu, Camat Labuhan Haji, Heri Wahyudi mengatakan akan koordinasi dengan tiga desa yang masuk daftar hitam tersebut.
“Kita akan koordinasi dengan kadesnya dan UPT P3AKB seeta puskesmas untuk diatensi,” kata Camat Heri. Dikatakan, saat minilok lintas sektor akan coba dibahas apa penyebabnya biar lebih komprehensif.
Sebelumnya, Sekretaris TP3S Lotim, Zaidar Rohman menjelaskan tujuh desa tersebut adalah pertama, Desa Sakra Selatan Kecamatan Sakra memiliki kasus stunting sebanyak 239 atau 45,96 persen. Desa kedua, Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji memiliki 123 kasus stunting atau 45,90 persen. Ketiga, Desa Kabar dengan 130 kasus stunting atau 45,45 persen.
Keempat, Desa Teros kecamatan Labuhan Haji dengan 140 kasus stunting atau 43,75 persen. Kelima, Desa Sikur Selatan memiliki 154 kasus stunting dengan prevalensi 43,63 persen. Keenam, Desa Peneda Gandor Kecamatan Labuhan Haji terdapat 182 kasus stunting dengan prevalensi 4344 persen. Ketujuh yang masuk daftar hitam adalah desa Jantuk Kecamatan Sukamulia dengan 74 kasus stunting dan prevelensi mencapai 40,88 persen. (rus)


