Mataram (Suara NTB) – Wacana penerapan sekolah seharian penuh atau fullday school di Mataram mendapat sorotan dari sejumlah orangtua siswa. Skema baru ini perlu ditimbangkan yang matang sebelum diterapkan. Pasalnya, kebijakan ini akan mengubah jadwal lainnya.
Arif, orangtua salah satu siswa di Mataram menganggap penerapan skema sekolah seharian penuh di jenjang SD terlalu berat. Namun, untuk jenjang SMP, ia menilai bisa saja diterapkan.
“Harusnya ada kendala (skema sekolah seharian penuh), cuma kita pastikan harus ada uji coba dulu. Ndak bisa kita langsung bisa bilang bagus atau ndak,” tuturnya.
Penerapan sekolah seharian penuh dinilai cukup berat bagi anak usia belasan tahun. Jika dipaksakan dikhawatirkan tidak fokus menyerap pelajaran di dalam kelas.
Sementara itu, Suci, wali murid siswa SDN 2 Cakranegara menilai penerapan sekolah seharian penuh bagi siswa SD belum pas. Ia mempertimbangkan pola istirahat siswa dengan skema tersebut.
“Untuk anak sekecil ini belum pas gitu dari jam tujuh pagi sampai jam tiga sore, secara anak saya ini wajib dia tidur siang. Nanti belajar ngantuk dia” kata Suci.
Sementara untuk jenjang SMP, menurutnya hal itu sah-sah saja. Sebab, dengan usia murid SMP baginya sudah bisa mengikuti skema tersebut.
“Yang SD aja yang perlu dipertimbangkan lagi,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf menjelaskan bahwa penerapan skema sekolah seharian penuh ini bertujuan untuk memastikan siswa lebih banyak menikmati waktu berkualitas dengan orangtuanya.
“Biar memberikan keleluasaan pada anak dan orangtua untuk berkumpul pada hari Sabtu,” jelas Yusuf.
Selain itu, skema ini juga dimaksudkan untuk memberikan waktu belajar guru, sehingga upaya peningkatan kompetensi mereka tetap berjalan.
“Kan ada pembelajaran bagi guru, peningkatan kompetensinya itu akan dipusatkan pada hari Sabtu,” kata Yusuf.
Yusuf menuturkan, skema ini masih dalam tahap uji coba. Uji coba akan dilangsungkan di seluruh sekolah SD-SMP di Mataram.
“Hari ini coba akan kita lihat di sekolah. Kita sudah instruksikan ketua K3S sama MKKS penerapan Fullday School. Nanti kalau pelaksanaannya sudah baik, maka kita akan lapor ke Pak Wali Kota biar surat edarannya segera dikeluarkan,” tandas Yusuf.
Seperti diketahui, apabila skema sekolah penuh waktu diterapkan, maka jam belajar per hari lebih panjang. Untuk siswa jenjang sekolah akan memulai pembelajaran pukul 07.30. Jadwal pulang pada 15.30 Wita. Sementara, jenjang SMP masuk pada pukul 07.30 kemudian pulang pukul 16.30 Wita.(sib)


