spot_img
Kamis, Januari 8, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMPembayaran Retribusi Sampah akan Gunakan Non-Tunai

Pembayaran Retribusi Sampah akan Gunakan Non-Tunai

Mataram (suarantb.com) – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram akan menerapkan pembayaran retribusi sampah menggunakan non tunai. Sistem ini diharapkan dapat memaksimalkan salah satu pendapatan asli daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menjelaskan, realisasi retribusi sampah di tahun 2025, mencapai Rp5,6 miliar dari target Rp12 miliar. Target diakui tidak tercapai karena berbagai faktor. Salah satunya adalah kebijakan menunda kenaikan tarif dari Rp5 ribu per bulan menjadi Rp10 ribu per bulan. “Seperti yang sering saya sampaikan target Rp12 miliar itu dengan asumsi kenaikan tarif,” terang Denny.

Kendati demikian, pihaknya berupaya mengoptimalkan retribusi persampahan. Caranya adalah, pertama, memperbanyak perjanjian kerjasama dengan dunia usaha dan perguruan tinggi.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram menyebutkan, realisasi pendapatan retribusi sampah dari perjanjian kerjasama dengan hotel, restaurant dan kampus mencapai 34 persen. Dunia usaha maupun kampus memiliki kontribusi yang besar terhadap retribusi sampah. “Kita akan perbanyak MoU dengan pihak ketiga ini,” terangnya.

Selain itu, sistem pembayaran retribusi juga akan diubah dari tunai menjadi non tunai. Tujuannya kata Denny, mempermudah pencatatan serta potensi daerah rill yang masuk ke kas daerah. “Pembayaran non tunai ini masukan dari legislative. Idenya bagus sekali dan kita akan coba terapkan,” ujarnya.

Pola lainnya lanjutnya, memberdayakan staf di LH sebagai juru pungut retribusi persampahan. Denny menyadari tantangan berat dihadapi adalah kebijakan menaikan target tetapi tidak diimbangi dengan perubahan tarif. Di satu sisi, potensi retribusi parkir tidak mengalami perubahan.

“Jumlahnya tidak bertambah tetapi targetnya meningkat drastis. Bayangkan dari tahun 2024, target ditetapkan Rp6 miliar. Kemudian naik drastis menjadi Rp12 miliar. Sementara potensi kita tidak mengalami kenaikan,” pungkasnya.

Berbagai tantangan ini akan dihadapi dengan menjalin kerjasama dengan dunia usaha maupun perguruan tinggi, sehingga target di tahun 2026 mencapai Rp12 miliar dapat terealisasi. (cem)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO