spot_img
Rabu, Januari 7, 2026
spot_img
BerandaNTBLOMBOK UTARATanamkan Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini

Tanamkan Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini

Tanjung (suarantb.com) – Edukasi dini kepedulian terhadap lingkungan di kalangan anak-anak masih terus diperjuangkan oleh Founder Trash Hero Bayan, Sutikno. Dengan kolaborasi melibatkan organisasi Saifana Organic Farm yang didirikannya, anak-anak di seputaran Kecamatan Bayan mulai diajak untuk mengenal lingkungan, dari pengelolaan sampah, berkebun organik, serta diselingi “English Learning” singkat yang digelar tanpa biaya.

“Cara atau pintu masuk kami di Trash Hero Bayan mendekati anak-anak adalah melalui kebun sayur organik dan kelompok belajar. Melalui Kelompok Baca Anak, kami ajarkan berkebun yang ramah lingkungan dengan mengedepankan kearifan lokal, setelah panen mereka bisa bawa pulang sendiri hasil tanam,” ungkap Sutikno, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, proses edukasi dilajukan secara bertahap untuk menghindari kejenuhan pada anak. Pertemuan pertama dilalui dengan pengenalan berkebun dan belajar. Berikutnya pada pertemuan lanjutan, Trash Hero mulai masuk dengan memberikan pemahaman akan arti “ramah lingkungan”.

Kepada anak-anak yang menjadi Relawan Cilik Trash Hero, Sutikno menjelaskan arti penting kearifan lokal. Bahwa, kearifan lokal dilaksanakan mengedepankan nilai-nilai, pengetahuan, dan praktik bijaksana para leluhur dan diturunkan secara turun temurun. Dalam perspektif lingkungan, kearifan lokal berarti pendekatan yang bebas plastik, mengingat plastik tidak bisa hilang selamanya.

“Plastik hanya bisa hancur menjadi mikro plastik dan semakin kecil namanya nano plastik. Mikro/nano plastik bisa masuk ke tubuh kita melalui tanaman, hewan yang pada akhirnya sayur dan hewan itu dagingnya kita makan,” ujarnya.

Pendekatan dengan pemahaman yang mudah dicerna, diakui Sutikno, mengundang ketertarikan anak-anak yang hadir. Sehingga pada pertemuan berikutnya, anak yang sama tetap antusias hadir, bahkan mengajak rekannya untuk bergabung.

Sutikno juga mengajarkan praktik langsung metode berkebun organik sesuai kondisi wilayah setempat. Di Desa Sambik Elen yang menjadi basis praktikum Berkebun Anak Saifana Organik Farm, dikenal dengan iklim kering dengan struktur tanah berpasir. Namun Sutikno bisa mengolah lahan dengan pendekatan yang arif. Bedengan tidak harus dicangkul, melainkan memanfaatkan serabut kelapa sebagai bedengan untuk menjaga kelembapan tanah.

“Kami sudah buktikan, dengan tetap menjaga kearifan lokal tanaman sayur pun bisa subur hanya dengan menggunakan serabut kelapa. Kami mengajak para petani muda jangan ragu bertani, karena dengan cara ini lahan kosong bisa menjadi lahan ekonomi produktif,” katanya.

Sutikno menyadari, Lombok Utara sebagai Kabupaten termuda dan dalam proses berkembang, membutuhkan lebih banyak partisipan yang peduli lingkungan.

Salah satu terobosan yang ia lakukan dari Trash Hero Bayan, menghadirkan instrumen edukatif sebagai sarana pemahaman akan pentingnya menjaga bumi dari sampah plastik dalam wujud Berkebun Ala Trash Hero Kids. Disamping pemahaman bertani organik sejak dini, anak-anak juga memperoleh dampak linier dengan mengurangi stunting melalui mengkonsumsi sayuran sehat.

“Karena melihat banyaknya lahan yang terlantar di sekitar kami,Trash Hero dan Saifana Organic Farm mencoba untuk mengedukasi anak-anak melalui kebun yang berkearifan lokal,” ujarnya.

Minimal, kata Sutikno, mereka bisa menanam sendiri sayur kebutuhan sehari-hari di halaman rumahnya. Di samping bisa memenuhi kebutuhan sayur bebas kimia yang berdampak pada kesehatan yang nantinya bisa mengurangi stunting.

“Yang tidak kalah penting, secara berkelanjutan kami juga mengedukasi tentang dampak sampah plastik terhadap kelestarian lingkungan,” tandasnya. (ari)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO