Mataram (suarantb.com) – Gempa bumi tektonik berkekuatan M 3,7 mengguncang wilayah Lombok Timur, pada Rabu, 7 Januari 2026, pukul 18.28 Wita.
Berdasarkan hasil analisa BMKG, bahwa gempa bumi ini berkekuatan M3,7, dengan episenter terletak pada koordinat 8,23° LS; 116,58° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 km Barat Laut Pulau Panjang, NTB dengan kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif di dasar laut.
Dampak gempabumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan. Guncangan itu dirasakan di wilayah Lombok Timur dengan skala III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika, Mataram, Sumawan, melalui keterangan resmi, Rabu (7/1/2026)
Selain itu, berdasarkan hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempabumi tektonik, menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga pukul 19.00 Wita, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya tiga aktivitas gempa bumi susulan (aftershock)
Sumawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga meminta masyarakat yang terdampak gempa untuk memastikan tempat tinggal mampu menahan gempa. Juga memastikan tidak ada kerusakan akibat getaran yang membahayakan kestabilan bangunan.
“Mohon cermati dan terus berlatih langkah praktis untuk mengantisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat sebelum, saat, dan sesudah gempabumi,” tandasnya.
BMKG juga meminta masyarakat untuk memastikan informasi resmi terkait bencana hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. (r/sib)


