spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
BerandaBIMABanjir Landa Dompu dan Bima

Banjir Landa Dompu dan Bima

Dompu (suarantb.com) – Hujan deras disertai kilat dan angin kencang yang berlangsung sekitar dua jam di Dompu menyebabkan banjir bandang dan meremdam pemukiman warga di Kecamatan Hu’u, Pajo serta Kecamatan Kilo, Rabu (7/1/2026) sore. Wilayah Kecamatan Hu’u menjadi daerah terparah akibat banjir bandang.

Seorang ibu warga Rasabou Kecamatan Hu’u sempat terseret banjir, namun berhasil diselamatkan oleh warga lainnya. Termasuk 2 unit rumah roboh dihantam banjir dan sekitar 31 KK yang ada di sekitar aliran Sungai Daha terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.

Di Desa Cempi Jaya Kecamatan Hu’u bahkan ada 78 unit rumah terendam banjir dari aliran Sungai Adu. Termasuk 3 unit rumah roboh, pagar tempat pemakaman umum setempat juga roboh dan menggerus 1 kuburan yang baru dimakamkan 25 hari lalu serta menyeret mayatnya hingga tersangkut di sekitar pemukiman warga. “Malam ini langsung dilakukan upaya pemakaman kembali oleh keluarga,” kata Plt Kepala BPBD Dompu, Yani Hartono, SP., Rabu, 7 Januari 2026.

Di Desa Daha Kecamatan Hu’u, ada 5 unit rumah yang terendam banjir dan satu unit kios jebol. Di Kecamatan Pajo, banjir merendam Pondok Pesantren Al Ihwan di Desa Lepadi, serta bangunan SMPN 1 Pajo di Desa Tembalae. Kecamatan Kilo di Desa Lasi ada 100 kk, di Desa Kramat 50 kk dan Desa Mbuju ada 50 kk yang direncam banjir dengan ketinggian hingga 50 cm.

Yani mengatakan, tim TRC BPBD Kabupaten Dompu telah menuju ke Lokasi bencana untuk melakukan pendataan dan membantu korban bencana. Selain itu, juga berkoordinasi dengan aparat TNI dan Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perumahan, Dinas Pertanian, Camat serta Desa se Kecamatan Hu’u untuk penanganan tanggap darurat di lapangan.

Saat ini, lanjut Yani, kebutuhan mendesak yang diperlukan yaitu upaya pembersihan sisa sampah dan lumpur yang terbawa air banjir. Termasuk perbaikan rumah warga. “Banjir sudah mulai surut,” ungkapnya.

Yani juga menyampaikan, berdasarkan peringatan dini BMKG hingga Rabu malam masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di Kecamatan Dompu, Kempo, Woja, Manggelewa dan Pekat.

Potensi hujan cukup signifikan dapat terjadi 10 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau agar memperhatikan kebersihan dan debit di wilayah aliran air. “Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan ekstrim dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba – tiba,” ingatnya.

Begitu juga di Bima. Bencana banjir dan longsor kembali melanda Kabupaten Bima setelah hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang mengguyur wilayah ini pada Rabu (7/1/2026).

Berdasarkan laporan awal Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Bima, hujan mulai turun sejak pukul 13.35 Wita dan memicu kejadian bencana di sejumlah kecamatan, di antaranya Woha, Sanggar, Bolo, dan Soromandi.

Di Kecamatan Woha, tepatnya di Desa Kalampa, longsor terjadi pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 Wita. Longsoran tanah setinggi 2,1 meter dengan panjang sekitar 14 meter menutup akses jalan permukiman warga. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini sempat menghambat aktivitas masyarakat setempat.

Sementara itu, banjir dengan dampak lebih luas terjadi di Kecamatan Sanggar. Desa Taloko, Kore, dan Sandue terdampak luapan air dari gunung akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air. Di Desa Taloko, banjir merendam 54 unit rumah milik 54 kepala keluarga dengan total 115 jiwa terdampak. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Kore dan Sandue. Bahkan, genangan air sempat menggenangi jalan lintas Tambora dan menyebabkan kemacetan kendaraan.

Kecamatan Bolo menjadi wilayah dengan dampak terparah. Di Desa Nggembe, luapan sungai merendam 177 unit rumah milik 204 kepala keluarga atau sekitar 612 jiwa yang tersebar di dua dusun. Hingga Rabu malam, banjir di wilayah ini belum sepenuhnya surut. BPBD menilai kawasan tersebut membutuhkan penanganan lebih serius, termasuk pelebaran sungai dan pembangunan tanggul guna mencegah banjir berulang.

Banjir juga melanda Kecamatan Soromandi, tepatnya di Desa Bajo dan Desa Kananta. Selain merendam rumah warga dan lapak jualan, banjir menutup sebagian akses jalan provinsi lintas Sila–Donggo dan mengganggu arus lalu lintas. (ula/hir)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO