spot_img
Senin, Februari 16, 2026
spot_img
BerandaNTBKOTA MATARAMHujan Deras, Sampah Penuhi Drainase di Jalan Veteran

Hujan Deras, Sampah Penuhi Drainase di Jalan Veteran

Mataram (suarantb.com) – Sejumlah petugas kebersihan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram berjibaku mengangkut tumpukan sampah dari saluran drainase pascahujan lebat yang mengguyur Kota Mataram sejak pagi. Kegiatan pembersihan itu berlangsung di Jalan Veteran, Kelurahan Pejanggik, Kecamatan Mataram, Kamis (8/1/2026).

Pantauan Suara NTB sekitar pukul 11.00 Wita, setelah hujan deras mereda, sejumlah petugas yang mengenakan rompi biru tampak turun langsung ke dalam saluran drainase. Tanpa menggunakan alat bantu, para petugas dengan sigap mengangkat sampah yang tergenang air menggunakan tangan kosong, lalu memindahkannya ke pinggir jalan.

Salah seorang petugas kebersihan, Sugiono, mengatakan bahwa setelah hujan reda, ia bersama rekan-rekannya langsung diterjunkan untuk mengevakuasi sampah yang menyumbat saluran drainase. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan.

“Kalau hujan, sampahnya biasanya banyak. Karena ada kesempatan warga membuang sampah,” ujarnya.

Menurut Sugiono, jenis sampah yang diangkat dari dalam selokan cukup beragam, mulai dari botol plastik, botol kaca, sampah rumah tangga, plastik, bantal, hingga rangka kawat spring bed.

Ia menyebutkan, volume sampah yang diangkut tergolong besar. Dalam satu titik saluran drainase saja, sampah yang terkumpul diperkirakan mencapai puluhan ton. “Kalau diangkut ke truk, bisa lebih dari dua truk penuh,” jelasnya.

Usai membersihkan satu lokasi, Sugiono dan rekan-rekannya langsung berpindah ke titik lainnya untuk memastikan saluran drainase di kawasan tersebut tetap bersih dan berfungsi dengan baik.

Sugiono mengaku telah bekerja sebagai petugas lapangan kebersihan saluran drainase selama hampir puluhan tahun. Rutinitas hariannya lekat dengan lumpur, kotoran, serta risiko kecelakaan kerja.

Ia menuturkan, pengalaman paling miris yang pernah dialaminya adalah mengalami luka akibat goresan pecahan kaca saat menjalankan tugas. “Kalau luka itu sudah biasa, karena kita kerja di sungai, banyak benda-benda tajam,” tutur Sugiono sambil mengusap keringatnya.

Terkait perlengkapan kerja seperti sarung tangan dan sepatu, Sugiono menyampaikan bahwa fasilitas tersebut sebenarnya telah disediakan oleh kantor. Namun, penggunaannya di lapangan terkadang menyulitkan petugas, terutama saat harus bergerak cepat dan memegang sampah yang basah dan licin. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO