spot_img
Minggu, Februari 15, 2026
spot_img
BerandaNTBDOMPUTinjau Terdampak Banjir di Hu’u, Bupati Ajak Semua Elemen Saling Membahu Atasi...

Tinjau Terdampak Banjir di Hu’u, Bupati Ajak Semua Elemen Saling Membahu Atasi Dampaknya

Dompu (suarantb.com) – Bupati Dompu Bambang Firdaus, SE., bersama jajarannya meninjau langsung dampak banjir bandang di wilayah Hu’u dan Pajo, Kamis (8/1/2026) pagi. Bupati membawa bantuan tanggap darurat bagi korban banjir.

Desa Rasabou Kecamatan Hu’u dengan 78 rumah yang terendam banjir dan tiga rumah rusak parah. Bahkan satu kuburan anak-anak yang baru meninggal 25 hari lalu, ikut tergerus air banjir dan mayatnya keluar dari kuburan.

Kondisi ini akibat dari wilayah Cempi Jaya yang berada daerah aliran sungai dangkal, sehingga mudah meluap ke pemukiman warga. Kondisi ini juga diperparah oleh hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan banjir hingga Dam Mbani Jara yang ada di Desa Adu jebol.

Desa Rasabou dengan 31 rumah terendam banjir dan tiga unit rusak berat dipicu oleh meluapnya air di Dam Daha II. Luapan ini awalnya dipicu oleh sumbatan saluran ke arah Desa Rasabou oleh ranting pohon yang menumpuk, sehingga menyebabkan air tertahan dan meluap ke pemukiman warga. Akibatnya dasar kaki bendung Daha II rusak parah, termasuk dinding pelindung di sisi utara tergerus air banjir.

Di Desa Daha ada 5 rumah yang terendam dan satu kios di dekan Dam Daha II jebol. “Syukurnya, tidak sampai ada korban jiwa. Untuk jumlah kerusakan sebagai dampak banjir itu, tim sedang melakukan pendataan,” kata Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE di Desa Rasabou di sela kunjungannya, Kamis, 8 Januari 2026.

Ia pun berharap, semua pihak untuk bahu membahu gotong royong membersihkan sisa lumpur dan kotoran,sehingga warga yang terdampak bisa kembali menempati rumahnya. Pemerintah akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk perbaikan beberapa fasilitas umum dan penanganan lebih lanjut bagi korban banjir.

“Ada beberapa jaringan (irigasi) yang rusak, dan beberapa daerah aliran sungai yang dangkal menyebabkan air meluap ke pemukiman warga. Ini yang akan kami koordinasikan dengan provinsi dan pusat,” ungkapnya.

Doa Minta Hujan

Wilayah Kabupaten Dompu sejak Desember 2025 lalu, intensitas hujan sangat terbatas. Kondisi ini membuat petani khawatir, terlebih tanaman jagung di ladang mulai merasakan dampak akibat tidak ada hujan.

Di beberapa titik, doa minta hujan mulai dipanjatkan petani sejak Senin-Selasa (5-6/1) di Pajo dan Desa Adu Kecamatan Hu’u. Selasa sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang mulai melanda wilayah Dompu, termasuk Hu’u. Intensitas hujun yang cukup besar terjadi pada Rabu siang hingga sore.

Sungai Daha yang menampung puluhan anak Sungai menghantarkan air yang besar. Terlebih kondisi Sungai Daha yang deras, juga membawa serta batu – batu besar, sehingga menggerus lahan yang dilewati. “Tanaman pagi di atas Sungai (Daha) sudah habis dibawa banjir. Lahan sawah sudah menjadi Sungai saking besarnya banjir,” kata Kepala Desa Daha, Fadlin. (ula)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES
IKLAN



VIDEO