Mataram (suarantb.com) — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih penghargaan internasional dari Asia Pacific Institute for Event Management (APIEM) yang berbasis di United Kingdom. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmen dan keberhasilan Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan sektor wisata dan event secara berkelanjutan.
Penghargaan diserahkan melalui perwakilan APIEM di Indonesia, yaitu Direktur Mandalika Internasional Festival (MIF), Sirajudin pada Jumat, 9 Desember 2025. Ia mengatakan, penghargaan ini merupakan bagian dari satu paket dengan Kementerian Pariwisata serta penyelenggaraan Mandalika International Festival (MIF).
Sirajudin menjelaskan, penilaian penghargaan dilakukan berdasarkan lima kriteria utama. Pertama, komitmen dalam pengembangan industri dan pertahanan event. Kedua, kekuatan kolaborasi lintas pihak. Ketiga, fokus terhadap penguatan perusahaan dan daerah. Keempat, pengembangan sumber daya manusia serta penyelenggaraan event di tingkat daerah hingga nasional. Kelima, kreativitas dalam mengembangkan event yang mendukung komunitas dan para pemangku kepentingan.
“Kelima kriteria tersebut kami lihat ada pada Gubernur NTB,” ujarnya.
Penghargaan ini menjadi yang pertama kalinya diberikan APIEM UK kepada NTB. Bahkan di Indonesia, saat ini hanya Provinsi NTB yang menerima penghargaan tersebut. Ke depan, APIEM UK berencana memperluas penilaian ke daerah lain seperti Jawa Barat dan Yogyakarta, serta ke sejumlah negara di kawasan Asia Pasifik seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Proses penilaian sendiri dilakukan secara kolaboratif. Tim internasional APIEM UK dikatakan meminta dan menerima berbagai data serta informasi dari perwakilan di Indonesia sebelum akhirnya menetapkan penerima penghargaan.
Selain pemberian penghargaan, MIF juga saat ini tengah menggodok 10 rekomendasi strategis untuk pengembangan pariwisata dan event di Indonesia. Rekomendasi ini disusun dengan standar kualitas tinggi yang melibatkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi.
“10 rekomendasi ini sedang kita godok dan sudah hampir selesai sekitar 80%. Kami akan membuatnya dengan rasional, tujuan, dan objektivitas yang jelas karena kualitasnya mendekati artikel internasional,” jelasnya.
Rencananya, hasil rekomendasi ini akan dipublikasikan dalam artikel internasional berstandar Scopus Q2 dan Q3 sebagai bukti nyata hasil kolaborasi berbagai pihak. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk memastikan keberlanjutan program pariwisata yang berkualitas di masa depan.
Dalam kurun waktu kurang dari seminggu, MIF bisa menggaet ribuan wisatawan ke Mandalika dengan kegiatan Mandalika International Festival ( MIF) bertema Mandalika Dreams For The World dengan 10 sub tema. Seperti, Mandalika Song karya asli MIF, Mandalika Dance, Mandalika Fashion.
Selanjutnya Mandalika International Talkshow, Mandalika International Award and Appreciation, Mandalika Creative arts and Products Merchandise, Mandalika International Competitions, Mandalika International Show, Mandalika Nunsantra Show, dan Mandalika National Expo.
“Kunjungan tembus 5-10 ribu pengunjung selama 3 hari. Dan dampak dihitung dari hotel, restoran, pesawat, UMKM, makan minum, souvenir, tour, sewa kendaraan, sarana prasarana event,” ungkap Sirajudin.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia,mengatakan NTB kini telah bergerak ke arah pengelolaan pariwisata yang lebih profesional. Meski demikian, masih ada sejumlah tantangan, terutama dalam menjaga keberlanjutan sekaligus mengembangkan kualitas penyelenggaraan agar mampu menembus level internasional.
Atas hal itu, perlu adanya koordinasi lintas pihak, termasuk dengan organisasi dan institusi terkait seperti IMF, dinilai penting untuk mendorong lahirnya event-event yang lebih besar.
Pengembangan event menjadi bagian dari program pariwisata berkualitas yang tengah didorong pemerintah. Salah satu komponen utama pariwisata berkualitas adalah kehadiran atraksi dan event yang memiliki standar tinggi, baik dari sisi konsep, manajemen, maupun dampak ekonomi.
Pemerintah Provinsi NTB menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan event yang berkelanjutan. Dukungan tersebut diharapkan mampu memperkuat posisi NTB sebagai destinasi unggulan berbasis event berkualitas.
“Kita kan punya program pariwisata berkualitas, dimana salah satunya komponen daripada pariwisata berkualitas bagaimana kita menghadirkan atraksi, menghadirkan event yang tentu juga berkualitas. Ya tentunya kita mengharapkan penyelenggaraan kegiatan untuk bagaimana memanajemen event internasional,” katanya.
Kendati begitu, persoalan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan. Banyak pelaku event di daerah yang belum memiliki sertifikasi kompetensi. Padahal, dalam konsep pariwisata berkualitas terdapat empat komponen utama, salah satunya adalah penyiapan kelembagaan serta SDM yang profesional dan tersertifikasi.
Standarisasi dan sertifikasi SDM dinilai mutlak diperlukan agar penyelenggaraan event memenuhi kriteria kualitas. Sertifikasi menjadi bukti bahwa pelaku event memiliki kompetensi dan kemampuan yang diakui secara resmi.
“Ya tentunya kita harus memiliki SDM berkualitas, untuk mencapai itu tentunya ada standarisasi, adanya kompetensi, nah itulah salah satu sertifikasi. Dan satu-satunya lembaga mungkin yang punya sertifikasi SDM nya itu cuma MIF,” pungkasnya. (era)



