Giri menang (suarantb.com) – Di tengah tantangan fiskal daerah dampak pengurangan Dana Transfer Daerah tahun ini, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) terus berupaya melakukan percepatan pembangunan di Lobar. Bupati LAZ melobi langsung ke kementerian untuk pembangunan infrastruktur sektor perdagangan.
Bupati LAZ didampingi Penjabat Sekda H. Akhmad Saikhu dan Kepala OPP melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk melobi pembangunan pasar modern di pasar Gerung dan empat pasar lainnya. Usulan ini pun tuntas dari sisi administratif.
Bupati LAZ menyampaikan pihaknya melakukan kunjungan ke Kementerian Perdagangan untuk memastikan terkait dengan pembangunan pasar modern di pasar Gerung. “Dan alhamdulillah secara administratif sudah selesai, tinggal menyampaikan rekomendasi dari Menteri Perdagangan ke Kementerian PU untuk dibangun. Dan sekaligus kami juga usulkan empat pasar baru lagi untuk dapat penanganan dari APBN,” kata LAZ.
Selain Pasar Gerung, pihaknya juga mengusulkan pembangunan empat pasar lainnya dengan nilai masing-masing dalam usulan Rp10 miliar. Langkah ini kata dia untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah dampak dari pengurangan dana transfer daerah.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa di tahun 2026 ini pihaknya lebih giat bekerja untuk mewujudkan masyarakat Lombok Barat yang maju, mandiri dan berkeadilan. Untuk itu LAZ meminta doa dan dukungan dari masyarakat agar semua ikhtiar yang dilakukan untuk melakukan perubahan di Lobar bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan Ridha dari Allah SWT.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bappeda) Lobar Deny Arif Nugroho, S.T., M.E., menerangkan bahwa kunjungan kerja Bupati tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan awal yang disampaikan sebelumnya. “Proyek ini merupakan usulan dari Bapak Bupati yang telah kami sampaikan melalui proposal awal kepada Kementerian Perdagangan,” terang Deny
Sejauh ini, progresnya cukup positif karena sudah ada tindak lanjut nyata dari pusat melalui validasi lapangan. Karena skala bangunan yang direncanakan sebagai pasar modern representatif, kebutuhan anggaran yang diusulkan pun cukup besar.
Dalam dokumen usulan, estimasi biaya yang dibutuhkan mencapai ratusan miliar rupiah demi menjamin kualitas bangunan yang memenuhi standar nasional.
“Estimasi anggaran yang kami usulkan dalam proposal itu sekitar Rp200 miliar rupiah lebih. Mengingat keterbatasan anggaran daerah, kami merencanakan agar dana pembangunan ini bersumber sepenuhnya dari pemerintah pusat melalui APBN,” jelas Deny.
Keterbatasan ruang fiskal daerah membuat Pemkab Lobar memutuskan untuk mengandalkan kucuran dana dari APBN.
Deny mengatakan, ketergantungan pada dana pusat adalah langkah rasional agar kualitas konstruksi dan fasilitas penunjang di dalam pasar nantinya benar-benar mampu memberikan kenyamanan maksimal bagi pedagang maupun pengunjung. Salah satu aspek yang paling krusial dalam perencanaan ini adalah konsep arsitektur dan fungsionalitas gedung. Pemkab Lobar belajar banyak dari pengalaman pembangunan pasar bertingkat di berbagai daerah lain yang seringkali mengalami masalah sepinya aktivitas di lantai atas.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memastikan penyusunan Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) dengan pendekatan yang lebih inklusif. Tata letak dan zonasi pedagang akan diatur agar tidak ada sudut pasar yang mati.
“Kami menekankan pentingnya desain yang tepat agar tidak ada ruang kosong di lantai atas. Kami bercermin dari pengalaman pasar bertingkat lainnya yang seringkali tidak maksimal pemanfaatannya. Jadi, tata letak akan diatur sedemikian rupa agar seluruh sudut pasar tetap ramai dikunjungi masyarakat,” tambahnya.
Selain aspek keramaian, pasar ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang higienis, sistem parkir terpadu, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan. Pembangunan Pasar Modern Gerung diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Selain itu, pasar ini diproyeksikan menjadi pusat distribusi yang efisien bagi para petani dan pelaku UMKM di Lobar. (her)


