spot_img
Kamis, Januari 29, 2026
spot_img
BerandaPENDIDIKANSiswa Minta Pelaksanaan di Mataram TKA Dievaluasi

Siswa Minta Pelaksanaan di Mataram TKA Dievaluasi

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah siswa di Mataram meminta pelaksanaan tes kompetensi akademik dievaluasi. Kendala teknis seperti jaringan internet dinilai mengganggu.

Sejumlah siswa di Mataram mengaku puas dengan hasil TKA yang mereka dapatkan, khususnya pada beberapa mapel wajib. Jaris Fathy Rafif, siswa kelas XII Sains, di SMAN 11 Mataram mengaku puas dengan hasil yang ia dapat.

“Alhamdulillah, saya cukup puas dengan nilai yang saya dapat kemarin. Sebagian nilai saya di atas rata-rata. Ada sebagian di bawah rata-rata juga,” tuturnya.

Jaris menyampaikan, meski pelaksanaan TKA perdana tahun lalu berjalan cukup lancar, akan tetapi perlu ada perbaikan ke depan menyangkut soal-soal di dalam TKA. Terlebih, soal mapel pilihan.

“Saya sempat pilih fisika, cuma pas saya lihat di soalnya kok tidak ada fisika. Jadi malah biologi keluar di soal saya,” ujarnya.

Selain soal, Jaris juga menyoroti kendala jaringan pada pelaksanaan TKA kemarin. Menurutnya, kendala teknis seperti jaringan dapat berpengaruh terhadap keberlangsungan tes dan berakibat pada hasil akhir.

“(Kendala jaringan) berpengaruh. Karena kita harus nunggu jaringannya stabil, baru bisa login lagi,” jelasnya.

Jaris berharap, pelaksanaan TKA ke depan dapat dipersiapkan secara lebih matang, baik persiapan teknis, maupun siswa selaku peserta. Kesesuaian soal yang digunakan dengan materi sekolah juga perlu diperhatikan.

“Diperhatikan lagi untuk pembuatan soalnya mungkin. Karena ada yang tidak sesuai tadi itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ni Wayan Novita Ariantini, siswi kelas XII sains, turut menyoroti penyelenggaraan TKA perdana jenjang SMA sederajat. Menurutnya, pelaksanaan TKA ke depan perlu mendapat perhatian dan pemantauan, agar kejadian kebocoran soal pada gelombang pertama tes tidak terulang.

“Apalagi waktu perdana TKA di gelombang pertama itu kan banyak bocor waktu itu. Apakah masalah dengan sistemnya karena ini perdana ataukah kurangnya juga pengawasan itu juga jadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Selain pengawasan terhadap pelaksanaan tes,  Novita juga menyoroti perihal kesesuaian waktu dengan tes yang diberikan. Menurutnya, waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal-soal tidak sesuai dengan banyak dan panjangnya soal pada tes.

“Mungkin di beberapa pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris kan itu banyak literasinya mungkin dipertimbangkan agak dibedakan sedikit dengan Mapel lainnya, karena ga mungkin kita bisa membaca begitu banyak teks, narasi hanya dengan waktu satu menit kurang,” tandasnya. (sib)

RELATED ARTICLES
IKLAN

VIDEO