Selong (suarantb.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bersama masyarakat bergotong royong membangun jembatan darurat dari kayu dan bambu, Senin (12/1/2026). Aksi cepat ini dilakukan menyusul amblas dan putusnya jembatan penghubung Desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela dengan Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik pada Minggu, 11 Januari 2026 sekitar pukul 21.00 Wita.
Jembatan yang telah berdiri sejak era 1990-an tersebut ambles diterjang derasnya aliran air sungai setelah hujan lebat pada Sabtu, 10 Januari 2026 . Kejadian ini langsung memutus akses transportasi utama yang sangat vital bagi mobilitas warga antara dua kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Muliadi, yang mengecek langsung lokasi, menjelaskan penyebab kerusakan. “Ini terkikis sama air, terjadi gerusan di bawah pondasi. Sungainya terlalu sempit sehingga normalisasi diperlukan,” jelasnya.
Menanggapi keadaan darurat, BPBD mengambil langkah cepat dengan mengkoordinir pembangunan jembatan darurat. “Kita bantu bangunkan jembatan darurat pakai bambu dulu,” tegas Lalu Muliadi.
Pembangunan secara gotong royong ini diharapkan dapat segera memulihkan akses, khususnya untuk sepeda motor dan kebutuhan mendesak warga, agar wilayah tidak terisolasi terlalu lama.
Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi, menekankan betapa krusialnya jembatan tersebut. “Jembatan itu amblas karena termakan usia,” ujarnya.
Jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi empat dusun, yaitu Dusun Sukatani dan Gawah Malang di Desa Jurit Baru, serta Dusun Mekarsari dan Benteng Selatan di Desa Lendang Nangka Utara. Athar khususnya menyoroti dampak bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
Untuk solusi jangka panjang, BPBD telah melakukan asesmen. Jembatan dengan panjang sekitar 9 meter dan kedalaman 4 meter ini direncanakan akan dibangun kembali secara permanen pada tahun ini. Opsi penggunaan jembatan besi (bailey) juga dipertimbangkan. Namun memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan daerah.
“Kita akan upayakan pembangunan secara permanen. Ini sangat vital dan strategis untuk pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” pungkas Lalu Muliadi. Langkah prioritas saat ini adalah memulihkan transportasi secepat mungkin dengan jembatan darurat, sambil menyusun rencana pembangunan jembatan baru yang lebih kuat. (rus)


