Mataram (suarantb.com) – Kementerian Agama Kota Mataram berencana menggelar uji coba skema fullday school atau sekolah sehari penuh di lingkungan madrasah di Mataram. Uji coba ini akan berlangsung selama sebulan mulai Senin (19/1/2026) hingga Jumat (20/2/2026).
Kepala Kantor Kemenag Kota Mataram, H. Hamdun, pada Selasa, 13 Januari 2026, mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan rapat membahas rencana uji coba “Fullday School”. Hasil rapat disepakati untuk uji coba pelaksanaan sekolah sehari penuh selama sebulan. “Nanti setelah itu baru evaluasi apakah lanjut apa tidak,” ujar Hamdun kepada Suara NTB.
Evaluasi terhadap fullday school ini, lanjut Hamdun, juga akan mempertimbangkan efektivitas dan respons masyarakat.
Sementara itu, untuk madrasah sendiri, Hamdun menyampaikan hampir seluruhnya sudah siap. Bahkan, secara persiapan teknis sudah disiapkan dengan cukup matang.
“Wacana ini sebenarnya sudah berkembang dari setengah tahun kemarin. Jadi sudah benar-benar siap sebenarnya, cuma menunggu momen dan regulasi,” terang Hamdun.
Perihal waktu belajar, Hamdun menjelaskan pihaknya telah membahas dan bersepakat untuk masuk dimulai pada pukul 07.15-16.30 WITA.
Waktu belajar dalam Fullday School versi Kemenag terbilang lebih lama dari pada di sekolah negeri yang hanya delapan jam dari 07.30-14.30 Wita.
Hamdun menerangkan, jangka waktu yang lebih panjang ini, disebabkan mata pelajaran di madrasah yang lebih bervariatif dan menekankan pada aspek mapel keagamaan.
“Lebih lama dari sekolah karena pelajarannya lebih banyak di madrasah,” terangnya.
Sementara itu, khusus pada Jumat, Hamdun menyampaikan bahwa pihaknya sepakat untuk memulangkan siswa lebih dini yakni pada pukul 11.00 Wita, untuk memastikan siswa-siswi madrasah dapat menjalani ibadah Jumat.
Meski demikian, ia tak menutup kemungkinan pelaksanaan kegiatan baik ekstrakurikuler maupun intrakurikuler tetap berlanjut pasca-ibadah Jumat, bagi sekolah yang sanggup.
“Misalnya Jumat itu ada yang mau melanjutkan hanya keluar untuk salat terus pulang seperti biasa (16.30) ya silakan, tidak apa-apa,” tutur Hamdun.
Hamdun menegaskan, rencana uji coba ini akan terus dimatangkan dan menjadi bahan evaluasi selanjutnya.
Kemenag juga memastikan, waktu sebelum uji coba ini akan dipergunakan untuk menyosialisasikan kepada orangtua dan seluruh pihak yang terlibat. (sib)


